Tekanan Finansial Menghantui Roma, Masa Depan Dybala dan Pellegrini di Ujung Tanduk

JAKARTA — AS Roma menghadapi dilema besar jelang berakhirnya musim 2025/2026. Dua pilar utama tim, Paulo Dybala dan Lorenzo Pellegrini, terancam angkat kaki dari Stadion Olimpico seiring kebijakan penghematan yang tengah disiapkan manajemen klub.

Kontrak kedua pemain tersebut akan berakhir pada Juni 2026. Hingga kini, belum ada kesepakatan perpanjangan, seiring upaya klub menata ulang struktur keuangan agar tetap sejalan dengan regulasi Financial Fair Play (FFP).

Penasihat senior AS Roma, Claudio Ranieri, tak menampik bahwa faktor finansial menjadi penghalang utama. Manajemen klub disebut tengah fokus menekan beban gaji, dan Dybala serta Pellegrini termasuk dalam daftar pemain dengan bayaran tertinggi.

Dilansir dari detik.com, Dybala saat ini tercatat sebagai pemain dengan gaji terbesar di skuad Roma, dengan pendapatan kotor mencapai sekitar 14,8 juta euro per musim. Sementara Pellegrini menerima bayaran sekitar 7,4 juta euro per tahun. Angka tersebut dinilai memberatkan neraca keuangan klub jika tetap dipertahankan tanpa penyesuaian.

Ranieri menegaskan, langkah penghematan ini bukan semata-mata soal keinginan melepas pemain, melainkan kebutuhan untuk menjaga keberlangsungan klub dalam jangka panjang. Negosiasi dengan kedua pemain masih berjalan, namun Roma juga bersiap menghadapi skenario terburuk jika kesepakatan tak tercapai.

Menurutnya, keputusan akhir akan sangat bergantung pada keselarasan antara tuntutan pemain, evaluasi pelatih, serta batas kemampuan finansial klub. Jika titik temu dapat dicapai, Roma membuka pintu untuk mempertahankan keduanya. Namun jika tidak, perpisahan disebut menjadi opsi yang tak terelakkan.

Situasi ini membuat masa depan Dybala dan Pellegrini di Roma kini berada dalam ketidakpastian, sekaligus menjadi cerminan tekanan finansial yang masih menghantui klub-klub besar Eropa. (dtk/RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.