Pergerakan Tanah Hingga Abrasi, Dua Rumah di Desa Embalut Tertimbun Longsor

TENGGARONG – Musibah tanah longsor melanda wilayah RT 8 Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (14/6/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Berdasarkan data pemetaan pasca-bencana, peristiwa ini berdampak langsung pada 3 Kepala Keluarga (KK) dengan total 5 jiwa, serta merusak 2 unit rumah warga.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun jenis kerugian material berupa kerusakan bangunan rumah dan seluruh perabotan di dalamnya ditaksir mencapai Rp150 juta.

Penanganan awal terhadap para korban, Sekretaris Desa Embalut, Ridwan, menjelaskan bahwa proses evakuasi darurat telah berjalan dengan cepat sejak pagi hari. Pihak pemerintah desa memastikan bahwa bahan-bahan material serta perabotan rumah tangga milik warga yang terdampak sudah berhasil diamankan dan diangkat dari titik pergeseran tanah.

​Sementara itu, untuk penanganan warga atau korban jiwa yang kehilangan tempat tinggal, saat ini mereka telah dievakuasi secara mandiri ke kediaman kerabat mereka yang berada di lingkungan sekitar. Lokasi pengungsian sementara tersebut dipastikan berada di area aman yang tidak terdampak oleh jalur longsoran.

​”Korban-korbannya yang disitu yang jelas bahan-bahan materialnya, perabot-perabot rumahnya sudah kita amankan, sudah dilepasin, diangkatin kan, sudah diamankan. Terus untuk keluarga yang, untuk yang jiwanya orangnya yang kena musibah korban tadi ya dia ke tempat keluarganya di sana,” ungkapnya.

“Nah kan sekitar sana itu kan lingkungan keluarganya juga yang tidak terkena longsor itu gitu. Mengungsi lah tempat keluarganya lah,” terang Ridwan saat dikonfirmasi terkait kondisi korban,” tambahnya.

Sebagai langkah taktis jangka pendek dan mengantisipasi adanya potensi bencana susulan, Pemerintah Desa Embalut memprioritaskan imbauan keselamatan kepada seluruh masyarakat yang bermukim di sekitar zona rawan pergeseran tanah, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Selain memberikan imbauan secara lisan, aparatur desa juga bergerak cepat untuk melakukan koordinasi teknis secara menyeluruh dengan instansi maupun dinas terkait di tingkat kabupaten.

Koordinasi ini guna melakukan asesmen mendalam untuk menentukan apakah kontur tanah di daerah tersebut masih berstatus rawan atau tidak terhadap ancaman bencana longsor di kemudian hari

​Langkah kita pertama mengimbau masyarakat di sekitar sana untuk berhati-hati. Dan dikoordinasikan dengan dinas yang terkait apakah daerah situ masih rawan tidak dengan longsor itu gitu.

“Kedepannya kita kasih imbauan lah kepada masyarakat yang dekat longsor itu untuk berhati-hati. Yang kedua jelas kita akan berkoordinasikan dengan dinas terkait, secepatnya kita koordinasikan langkah-langkah kita,” tambahnya.

Pihak internal Pemerintah Desa Embalut juga tengah mengupayakan langkah penanganan jangka panjang, melalui penggalangan dana darurat desa.

Pendanaan ini nantinya akan dikombinasikan dengan program bantuan stimulan langsung dari kepala Desa Embalut guna membantu pemulihan ekonomi dan perbaikan fisik bangunan bagi seluruh keluarga yang tertimpa musibah.

Penulis: Shavira Ramadhanita
Editor: Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.