Pemkab Kukar Prioritaskan Perbaikan Ruas Kota Bangun–Kenohan Tahun Ini

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan anggaran belasan miliar rupiah, untuk memperbaiki ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Kota Bangun dengan Kenohan. Perbaikan ini menjadi prioritas setelah kondisi jalan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp15 miliar melalui APBD 2026 guna mempercepat penanganan kerusakan jalan tersebut.

“Ruas jalan ini menjadi perhatian karena merupakan jalur penghubung penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Menurut Wiyono, pembahasan mengenai kondisi jalan tersebut juga telah dilakukan dalam rapat koordinasi bersama Bupati Kukar dan jajaran teknis pemerintah daerah. Dalam rapat tersebut, pemerintah diminta segera mengambil langkah percepatan perbaikan di lapangan.

Berdasarkan data Dinas PU Kukar, panjang jalan yang mengalami kerusakan di ruas Kota Bangun–Kenohan mencapai sekitar empat kilometer. Dari total tersebut, terdapat sedikitnya tujuh titik dengan tingkat kerusakan cukup berat sehingga membutuhkan penanganan segera.

Untuk memperbaiki ruas jalan tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk kegiatan pemeliharaan rutin dan Rp10 miliar untuk pekerjaan konstruksi fisik.

“Totalnya sekitar Rp15 miliar. Arahan pimpinan agar proses penanganan bisa dipercepat sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Meski demikian, Wiyono mengakui perbaikan infrastruktur jalan di Kukar masih menghadapi berbagai tantangan. Selain keterbatasan anggaran, kerusakan jalan juga terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Muara Kaman dan beberapa daerah lainnya.

Dengan luas wilayah Kukar yang cukup besar, pemerintah daerah harus melakukan penanganan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas yang memiliki tingkat kerusakan paling berat dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa faktor teknis di lapangan turut mempengaruhi cepatnya kerusakan jalan. Beberapa ruas memiliki karakteristik tanah yang kurang stabil serta sering dilalui kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas jalan.

“Kelas jalan kabupaten idealnya untuk kendaraan dengan beban 8 hingga 10 ton. Namun di lapangan sering dilalui kendaraan dengan beban lebih besar, ditambah kondisi cuaca yang juga mempengaruhi daya tahan jalan,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap setiap tahun dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Penanganan jalan tetap kami lakukan setiap tahun. Namun memang tantangannya, tingkat kerusakan sering kali lebih cepat dibanding kemampuan anggaran untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh,” pungkasnya. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.