TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatan plafon dalam program Kredit Kukar Idaman, yang sebelumnya maksimal sebesar Rp 50 juta kini diinvestasikan menjadi Rp 500 juta tanpa bunga. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk eskalasi program kredit daerah yang dinilai sukses, dalam membantu masyarakat dalam mengakses pembiayaan.
“Kalau kredit Rp 500 juta tanpa bunga itu merupakan eskalasi dari Kredit Kukar Idaman yang dulu kami berikan dengan plafon maksimal Rp 50 juta,” ungkap Aulia, pada Kamis (28/8/2025).
Menurutnya, Kredit Kukar Idaman sebelumnya telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1.700 kreditur, dengan total penyaluran kredit mencapai lebih dari Rp36 miliar. Melihat keberhasilan ini, Pemkab Kukar berupaya meningkatkan plafon kredit agar lebih banyak masyarakat yang terbantu dan upaya melawan rentenir bisa semakin efektif.
“Harapannya memang kredit ini bagian dari upaya kita untuk melawan rentenir. Kita dengan melihat Kredit Kukar Idaman yang plafon Rp 50 juta, sudah dimanfaatkan sekitar 1.700 lebih kreditur dengan kredit tersalurkan lebih dari 36 miliar,” ujarnya.
“Kami melihat ini bisa menjawab masalah yang ada di masyarakat. Oleh karena itu kami eskalasi menjadi Rp500 juta plafonnya,” tambahhya.
Untuk mengawal program ini berjalan sesuai target, Pemerintah Kabupaten Kukar telah melakukan diskusi dan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia guna merapikan regulasi dan administrasi pendukung.
“Harapan kita, ini bisa diterapkan dengan baik dan kita bisa memitigasi risiko-risiko sehingga kredit macetnya berisiko rendah,” ujar Aulia.
Ia juga optimis, meski plafon menumpuk sepuluh kali lipat, tingkat Non Performing Loan (NPL) atau program kredit macet Kredit Kukar Idaman dapat dijaga di bawah 3 persen. Sebelumnya, program NPL ini tercatat di bawah 30 persen.
“Kami berharap meskipun nanti NPL-nya bisa kita jaga di bawah 3 persen,” Tutup Aulia. (ADV)
Penulis : Shavira Ramadhanita



