TENGGARONG – Insiden transportasi sungai kembali terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebuah kapal yang melayani jalur Kukar–Kutai Barat dilaporkan tenggelam di kawasan Sungai Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi di titik perairan Ulak Besar yang dikenal memiliki arus cukup deras, terutama saat debit air meningkat. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jumlah penumpang yang berada di atas kapal saat kejadian.
Anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos Sektor Muara Kaman, Indra, membenarkan adanya insiden tersebut.
“Benar, kejadiannya di daerah Ulak Besar, sekitar pukul 16.00 WITA,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan informasi awal, kapal tersebut mengangkut barang dalam jumlah cukup banyak. Dugaan sementara, terdapat warga yang ikut menumpang, namun hal itu masih dalam proses pendataan.
“Kapalnya bermuatan banyak barang. Kemungkinan ada warga yang ikut di kapal, tapi masih belum bisa dipastikan,” jelasnya.
Tak berselang lama setelah kapal dilaporkan karam, aparat kecamatan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Kaman Hulu bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Warga sekitar juga turut membantu menyelamatkan muatan kapal yang masih bisa dievakuasi dari badan kapal yang tenggelam.
Sekretaris Desa Rantau Hempang, Haidri, membenarkan bahwa proses evakuasi masih berlangsung hingga sore hari.
“Benar, saat ini masih proses penyelamatan barang-barang,” katanya singkat.
Ia menambahkan, pihak desa masih dalam perjalanan menuju lokasi karena jarak yang cukup jauh dari permukiman warga.
“Kami masih menuju lokasi untuk mencari informasi lebih lanjut, karena lokasinya cukup jauh dari kampung, tepatnya di Ulak Besar,” ungkapnya.
Dari informasi sementara yang dihimpun, kapal tersebut diduga merupakan kapal pengangkut barang dengan tujuan Melak, Kabupaten Kutai Barat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun jumlah pasti penumpang saat kapal tenggelam. (RK)



