IKN Kembangkan Ekonomi Sirkular, Mayora Group Dukung Teknologi Penukaran Sampah Plastik

NUSANTARA – Upaya mewujudkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota berkelanjutan terus diperkuat melalui penerapan pengelolaan sampah berbasis teknologi. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sistem ekonomi sirkular.

Inisiatif tersebut mendapat dukungan dari Mayora Group yang berkomitmen mendukung pengelolaan sampah modern di kawasan IKN. Dukungan itu diwujudkan melalui penyerahan Plasticpay Reverse Vending Machine (RVM), sebuah mesin otomatis yang memungkinkan botol plastik bekas ditukar menjadi poin digital dan dikonversi menjadi uang elektronik.

Sustainability Director Mayora Group, Tunky Natanael Kurniawan, menyampaikan bahwa komitmen Mayora terhadap pelestarian lingkungan telah dijalankan secara konsisten melalui Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional (GESN) sejak 2021.

“Sejalan dengan komitmen tersebut, pada hari ini, Mayora Group mendukung prinsip IKN sebagai kota yang berkelanjutan, dimana Otorita IKN mengelola sampah agar tak hanya bermanfaat namun juga menerapkan ekonomi sirkular,” sebut Tunky.

Selain dukungan dari sektor industri, penguatan konsep ekonomi sirkular juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat. Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI), Mina Dewi Sukmawati, bersama Deputi Bisnis Area Wilayah Regional Kalimantan PT Pegadaian, Pangalinan Matandung, turut mensosialisasikan program “Memilah Sampah Menabung Emas”.

“Program ini bertujuan mengubah paradigma lama masyarakat bahwa sampah adalah masalah, menjadi peluang ekonomi melalui penerapan konsep circular economy. Melalui sistem manajemen sampah berbasis teknologi, setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian,” terangnya.

Otorita IKN sendiri menegaskan komitmennya untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari persoalan lingkungan menjadi sumber nilai ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya pengelolaan sampah modern di kawasan ibu kota baru.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Kunci utamanya adalah membangun kebiasaan mengelola sampah secara konsisten, termasuk mengurangi kebiasaan yang tidak ramah lingkungan. Saya berharap dari pertemuan ini semangat masyarakat semakin tumbuh untuk mengaktifkan praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, penerapan teknologi pengelolaan sampah di IKN diharapkan menjadi model nasional dalam mewujudkan kota berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.