Polres Kutim Turun Langsung Layani Warga Terdampak Banjir di Sangatta Selatan

SANGATTA – Pascabanjir yang melanda wilayah Sangatta Selatan, potensi munculnya berbagai penyakit mulai menjadi perhatian serius. Kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih dan genangan air yang tersisa berisiko memicu gangguan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Menanggapi situasi tersebut, Polres Kutai Timur (Kutim) melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) bekerja sama dengan Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan. Kegiatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis ini digelar di Gang Ruto, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, pada Sabtu (7/2/2026).

Pelayanan kesehatan dilakukan dengan pendekatan jemput bola. Tim medis mendatangi langsung permukiman warga terdampak banjir untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan, meski berada dalam kondisi pascabencana.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam rangka Operasi Keselamatan Mahakam 2026, kami tidak hanya fokus pada aspek ketertiban, tetapi juga aksi kemanusiaan. Kami ingin memastikan warga yang terdampak banjir mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat dan tepat,” ujar AKBP Fauzan.

Ia menambahkan, penanganan kesehatan menjadi prioritas penting setelah banjir, mengingat risiko munculnya penyakit akibat perubahan kondisi lingkungan.

“Jangan sampai kondisi fisik warga menurun drastis akibat penyakit penyerta pascabanjir. Harapannya, kehadiran tim medis Sidokkes dan Polair ini bisa membantu memulihkan kondisi kesehatan warga, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas dengan normal,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim Sidokkes memberikan layanan kesehatan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, nadi, suhu tubuh, hingga pemeriksaan darah sederhana. Sebanyak 13 warga tercatat mendapatkan pelayanan medis.

Dari hasil pemeriksaan, keluhan kesehatan yang dialami warga didominasi penyakit yang umum muncul pascabanjir. Beberapa di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, hipertensi, gastritis, reumatik, hingga diabetes melitus.

Seluruh warga yang terdata mengalami gangguan kesehatan langsung mendapatkan obat-obatan gratis sesuai dengan hasil pemeriksaan dan indikasi medis masing-masing.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, Polres Kutim berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir sekaligus mencegah penyebaran penyakit di wilayah permukiman.

“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan. Polres Kutim akan terus hadir membantu warga, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” tegas AKBP Fauzan Arianto. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.