Hadiri Sedekah Bumi Bukit Biru, Sultan Hingga Bupati Kukar Rayakan Panen Raya di Lumbung Pangan

TENGGARONG – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Kelurahan Bukit Biru pada malam Tasyakuran budaya sedekah bumi, Kelurahan Bukit Biru 2026, yang bertempat di Panggung Gembira, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong.

Acara yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat petani yang berlangsung meriah dan berebut hasil panen yang telah disediakan.

Dalam acara tersebut turut dihadir tokoh-tokoh penting daerah. Di antaranya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, serta Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri. Kehadiran para pemimpin ini menegaskan, pentingnya pelestarian adat istiadat di tengah kemajuan zaman.

Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, mengatakan mengungkapkan rasa syukurnya dapat menghadiri acara sedekah bumi yang dilaksanakan oleh Kelurahan Bukit Biru. Kegiatan sedekah bumi ini bentuk rasa syukur yang dilakukan oleh masyarakat, setelah melakukan kegiatan panen raya.

“Dan di mana hasil kegiatan panen raya itu dibawa sebagian dibawa ke sini untuk dilakukan acara syukuran dan ini dilaksanakan rame-rame dengan seluruh keluarga masyarakat yang ada di bugit Biru ini,” ungkap dr Aulia.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kebersamaan warga Kelurahan Bukit Biru. Hasil bumi yang telah dipanen dibawa ke lokasi acara untuk dinikmati bersama, memperkuat ikatan silaturahmi antar warga.

Ia juga menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga sektor pertanian di wilayah tersebut. Ia merasa bangga atas produktivitas petani di Bukit Biru, yang konsisten menjaga ketahanan pangan daerah.

“Kami turut senang, kami turut bangga dengan proses panen raya ini dan harapan kita budaya adat istirahat ini tetap terus dilestarikan sampai ke anak cucu kita nanti,” ujarnya.

Sebagai salah satu lumbung padi utama di Kukar, dukungan infrastruktur dan bantuan pertanian dipastikan akan terus mengalir ke Bukit Biru demi kesejahteraan masyarakat petani.

“Kita juga berkomitmen dari pemerintah daerah untuk selalu mendukung proses pertanian yang ada di Bukit Biru ini karena Bukit Biru ini merupakan salah satu lumbung padi dan pangan yang ada di Kabupaten Kutai kartanegara,” tutupnya.

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.