TENGGARONG – Menanggapi keluhan masyarakat terkait rusaknya jalan poros Desa Sebelimbingan, DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat melakukan peninjauan di titik kerusakan yqng menghubungkan Kecamatan Kota Bangun menuju Desa Tuana Tuah, Kecamatan Kenohan.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD, sekaligus monitoring terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025.
“Ini merupakan respon atas berbagai keluhan masyarakat, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun secara langsung kepada kami, khususnya dari wilayah Dapil VI yang meliputi Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang,” ungkap Ahmad Yani.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, terdapat kerusakan parah sepanjang kurang lebih 8-9 kilometer. Mengingat jalan tersebut merupakan penompang ekonomi untuk distribusi bahan pokok dan hasil tani.
DPRD mendorong percepatan penanganan melalui skema Multi-Years Agreement (MYA) atau proyek tahun jamak. “Kita ingin ada kepastian penanganan. Dengan skema MYA, pembangunan bisa lebih terjamin karena membutuhkan anggaran yang cukup besar, sementara jalan ini sangat vital bagi masyarakat,” tegas Ahmad Yani.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengungkapkan teknis terkait kebutuhan perbaikan tersebut. Menurutnya, biaya yang diperlukan untuk memulihkan akses jalan ini cukup lumayan untuk panjang kerusakan 8-9 kilometer. Estimasi biaya yang dikeluarkan sekitar Rp10 miliar per kilometer, dengan total kebutuhan sekitar Rp90 miliar.
“Kami mengapresiasi kehadiran DPRD Kukar yang turun langsung melihat kondisi riil. Kami siap menindaklanjuti masukan dewan untuk mencari solusi terbaik agar perbaikan segera terealisasi,” ujar Wiyono.
Selain menjadi penompang ekonomi, jalur ini penghubung Kukar dengan Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Timur (Kutim), serta menjadi jalur perlintasan aktivitas perusahaan di wilayah tersebut.
Dinas PU berkomitmen untuk berupaya maksimal agar mobilitas dan kesejahteraan masyarakat tidak lagi terhambat oleh infrastruktur jalan yang rusak.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi



