TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperketat tata kelola kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai bentuk tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pemkab Kukar segera meluncurkan aplikasi Presensi Online Taktis berbasis pemindaian wajah atau face recognition.
Langkah penyeragaman sistem kehadiran ini diterapkan selaras dengan pelaksanaan skema Work From Home (WFH), yang dinilai efektif meningkatkan efisiensi operasional daerah.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa penyeragaman absensi di seluruh tingkatan kerja merupakan hal krusial untuk menjawab evaluasi BPK.
“Menjadi salah satu temuan dari BPK kemarin, kami akan menseragamkan presensi atau absensi bagi seluruh ASN di Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Hari ini kita akan segera melakukan launching praktis namanya presensi online taktis,” ungkapnya, Senin (27/7/2026).
Melalui sistem baru ini, ASN tidak lagi menggunakan perangkat fisik seperti mesin sidik jari, melainkan cukup melakukan pemindaian wajah mandiri melalui ponsel pintar.
“Dimana dengan presensi ini maka seluruh model absensi di seluruh tataran atau lini di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara itu kita seragamkan, yaitu dengan menggunakan scan wajah dan absensinya itu dari handphone masing-masing,” jelasnya.
Terkait skema WFH, pemkab menjelaskan bahwa kebijakan tersebut rutin dilaksanakan setiap hari Jumat dengan pembagian tugas yang teratur.
“WFH itu kan kalau di pemerintah daerah itu dilaksanakan setiap hari Jumat. Di mana kalau setiap hari Jumat itu, yang masuk kantor itu cuma pejabat strukturalnya saja, akan tetapi teman-teman staf fungsional itu melaksanakan tugas dari rumah,” ujarnya.
Mengenai keberlanjutan WFH, pihak pemkab menegaskan tetap menunggu arahan dan petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Meski demikian, pelaksanaan WFH sejauh ini memberikan sinyal positif terhadap penghematan anggaran.
“Secara kuantitas, kuantitatifnya kita belum menghitung, tapi secara kualitas memang terlihat terjadi penghematan, utamanya pada saat waktu-waktu dilaksanakan WFH itu sendiri,” pungkasnya.
Penulis: Shavira Ramadhanita
Editor: Afi



