TENGGARONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong bergerak cepat dalam menindaklanjuti komitmen Zero Halinar, dengan menggelar tes urine mendadak bagi warga binaan dan petugas, pada Kamis (8/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Kartanegara (Kukar) dan Satresnarkoba Polres Kukar sebagai upaya memperkuat pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.
Sebanyak 30 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan 10 petugas lapas dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan urine. Proses pengambilan sampel turut diawasi tim Satops Patnal guna memastikan pemeriksaan berjalan transparan dan sesuai prosedur.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis BNK Kukar dan Satresnarkoba Polres Kukar, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan narkotika maupun zat adiktif lainnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan bahwa tes urine mendadak tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini, yang akan dilakukan secara berkala tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Ini bentuk komitmen nyata kami setelah apel ikrar Zero Halinar. Tidak ada toleransi terhadap narkoba, baik bagi warga binaan maupun petugas. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas sesuai aturan,” tegasnya.
Selain tes urine, pihak lapas juga menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan pencegahan penipuan kepada warga binaan di aula lapas. Sebanyak 80 warga binaan yang merupakan perwakilan dari tiap kamar hunian mengikuti kegiatan tersebut. Materi yang diberikan mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba hingga modus-modus penipuan yang kerap memanfaatkan akses komunikasi ilegal.
Warga binaan juga didorong untuk berperan aktif menjaga lingkungan hunian tetap aman dan kondusif dengan tidak terlibat dalam praktik pelanggaran.
Kehadiran BNK Kukar dan Satresnarkoba Polres Kukar dalam kegiatan itu sekaligus memperkuat sinergi antar aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui langkah tersebut, Lapas Kelas IIA Tenggarong berharap budaya integritas dan pengawasan dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan pembinaan yang bersih dari narkoba dan praktik ilegal lainnya.
Editor: Afi



