Targetkan PAD Miliaran Rupiah, Pemkab Kukar Pastikan Investor Mall Pakuwon akan Beli Lahan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini tengah serius berencana, untuk bekerja sama untuk melakukan investasi dengan salah satu pengembang properti raksasa di Indonesia, Pakuwon Group.

Rencana kehadiran pusat perbelanjaan modern atau mall ini, diproyeksikan menjadi penggerak baru ekonomi daerah dalam membuka lapangan kerja skala besar. Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang telah dilakukan dengan manajemen Pakuwon di Jakarta.

Menurutnya, pihak pengembang menunjukkan ketertarikan kuat untuk berinvestasi di wilayah Kukar. “Insya Allah, kalau berjodoh yang akan masuk Pakuwon. Mereka developer besar yang sudah mengembangkan banyak pusat perbelanjaan seperti City Mall di berbagai kota besar,” ungkap Rendi Solihin.

Berbeda dengan skema kerja sama pada umumnya, Rendi Solihin menjelaskan bahwa pihak Pakuwon berencana untuk membeli lahan secara langsung, bukan menyewa. Pola investasi ini serupa dengan yang telah diterapkan di Kota Bontang.

Kehadiran mall ini diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan Bupati Aulia memberi gambaran kesuksesan di Bontang, dimana kehadiran mall mampu menyumbang PAD hingga Rp2 miliar per tahun. Dengan kontribusi pajak bioskop saja mencapai angka Rp1,2 miliar.

“Selain PAD, yang paling utama adalah lapangan pekerjaan. Standar mall seperti ini bisa memberdayakan sekitar 1.500 pekerja. Kami pastikan yang diberdayakan adalah tenaga kerja lokal kita,” tegas Rendi.

Pemkab Kukar saat ini fokus mencarikan lokasi terbaik yang sesuai dengan hitungan pasar dari pihak pengembang. Rendi Solihin menekankan bahwa pembangunan pusat perbelanjaan ini tidak akan mengganggu keberadaan Pasar Tangga Arung yang sudah ada, melainkan untuk menciptakan pusat ekonomi baru.

Saat ini, terdapat dua titik lokasi yang sedang dipertimbangkan, yakni Kawasan Ekraf. Lokasi ini disebut sangat menarik minat investor dan tengah dalam proses penghitungan teknis. Selain itu juga kawasan Jongkang yang menjadi opsi kedua dalam pengembangan wilayah pusat ekonomi baru.

“Target kami dalam lima tahun ini memfasilitasi lokasi terbaik, mereka yang akan menghitung dan menilai sendiri sesuai target market mereka. Kita ingin pengembangan dilakukan di wilayah lain untuk pemerataan ekonomi,” tutup Rendi Solihin.

Penulis: Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.