Dispora Kukar Siapkan Kuota 200 Peserta untuk Binlat TNI-Polri dan Sekolah Kedinasan 2026

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Kukar), secara resmi kembali membuka program Bimbingan Kegiatan atau Pembinaan dan Pelatihan (Binlat) bagi putra-putri daerah yang bercita-cita masuk TNI, Polri, maupun Sekolah Kedinasan untuk tahun anggaran 2026.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah, dalam mendukung masa depan pemuda Kukar.

“Alhamdulillah, antusiasme adik-adik kita luar biasa, bahkan dukungan dari orang tua juga sangat tinggi. Hingga hari ini kami masih terus menerima kontak dari orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke program Bintang Pengabdian ini,” ungkap Aji Ali Husni.

Untuk ditahun 2026, Dispora Kukar memberikan perhatian khusus pada pemerataan informasi. Tahapan awal dimulai dengan sosialisasi masif ke sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK sederajat. Wilayah hulu menjadi prioritas utama, guna memastikan anak-anak di daerah terpencil mendapatkan kesempatan yang sama.

“Sasaran kami adalah sekolah-sekolah di wilayah hulu, seperti di Kembang Janggut, Kota Bangun, hingga Muara Muntai. Kami ingin memastikan 20 kecamatan di Kukar ikut andil dan tidak ada wilayah yang tertinggal,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Dispora Kukar juga memperkuat koordinasi dengan UPT 3 Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), guna memfasilitasi akses masuk ke sekolah-sekolah yang secara administratif berada di bawah kewenangan provinsi.

Berdasarkan linimasa yang ada, persiapan dibagi menjadi dua gelombang utama. Untuk bulan Februari berfokus pada persiapan dan seleksi TNI serta Polri. Sedangkan untuk bulan Mei dan Juni berfokus pada persiapan seleksi Sekolah Kedinasan seperti STTD dan STAN.

“Terkait kuota, Dispora menetapkan target sebanyak 200 peserta, jika animo masyarakat melebihi kuota tersebut, kita telah menyiapkan opsi formula khusus agar tidak mematahkan semangat para pendaftar,” ujar Aji Ali.

Selain itu Aji Ali, juga menyikapi keterbatasan anggaran daerah. Dispora Kukar bergerak proaktif dengan bekerjasama dengan pihak ketiga. “Kami mencoba mencari sumber lain melalui CSR perusahaan-perusahaan di ring satu wilayah, seperti di Tabang. Serta berencana menggandeng Baznas untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Mengenai persyaratan, Aji Ali menegaskan tidak ada syarat khusus yang memberatkan. Pihaknya hanya mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan pusat. Namun, syarat mutlak yakni wajib warga domisili Kukar. Khusus untuk PKN STAN, sesuai aturan lembaga tersebut, orang tua peserta wajib lahir di Kukar sebagai bukti putra daerah asli.

“Kami berharap melalui program ini, target-target kami terpenuhi dan semangat anak-anak di Kutai Kartanegara untuk mengabdi kepada negara tidak putus di tengah jalan karena kendala informasi maupun biaya,” tutup Aji Ali.

Penulis: Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.