SPPG Kutim Gandeng Petani Lokal, Kebun Pemuda Diproyeksikan Suplai Sayur untuk MBG

SANGATTA – Pengembangan sektor pertanian lokal mulai diarahkan untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Timur (Kutim). Salah satu langkahnya dilakukan melalui peninjauan kawasan Pemuda Kutim Hebat Farming yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penyedia komoditas sayuran segar.

Rombongan Koordinator Wilayah (Korwil) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kutim mendatangi kawasan Pemuda Kutim Hebat Farming guna melihat langsung kesiapan pertanian hortikultura yang dikembangkan kelompok pemuda setempat.

Dalam kunjungan tersebut, berbagai jenis tanaman sayuran ditinjau, mulai dari kangkung, sawi, cabai hingga komoditas hortikultura lain yang selama ini dibudidayakan untuk kebutuhan pasar lokal.

Kepala SPPG Dapur MBG APT Pranoto Kutim sekaligus Korcam, Dinand, mengatakan pihaknya melihat peluang besar keterlibatan petani lokal untuk menopang kebutuhan bahan baku dapur MBG yang akan berjalan secara berkelanjutan.

Menurut dia, keberadaan kebun produktif seperti yang dikelola Pemuda Kutim Hebat Farming dapat menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan untuk kegiatan ekonomi sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi.

“Harapannya masyarakat yang memiliki lahan, baik kosong maupun sudah produktif, bisa ikut menanam sayuran karena ini memiliki peluang besar untuk mendukung program MBG,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Dinand menjelaskan, kebutuhan sayuran untuk dapur MBG akan terus meningkat sehingga keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan sehat.

Ia menegaskan, hasil pertanian warga nantinya akan diserap untuk memenuhi kebutuhan operasional dapur MBG. Kondisi itu dinilai memberi keuntungan bagi masyarakat karena hasil panen memiliki kepastian pembeli.

“Produk sayuran masyarakat akan kami beli untuk kebutuhan dapur MBG, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal pemasaran hasil panen,” katanya.

Di sisi lain, pihak Pemuda Kutim Hebat Farming menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka berharap sinergi antara pengelola program MBG dan petani lokal dapat mendorong tumbuhnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat di sektor pertanian.

Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat sistem pangan daerah berbasis produksi lokal, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pengembangan kebun produktif di lingkungan masing-masing. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.