TENGGARONG – Puluhan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (24/2/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya seorang remaja 14 tahun, Arianto Tawakkal, di Tual, Maluku, yang diduga akibat tindakan oknum aparat.
Mahasiswa menyuarakan keprihatinan, atas dugaan kekerasan yang melibatkan anggota Brimob dalam peristiwa yang terjadi pada 19 Februari lalu. Mereka menilai kasus tersebut harus diusut secara transparan dan akuntabel.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan kekecewaan terhadap praktik represif aparat yang dinilai masih berulang di berbagai daerah. Mereka mendesak institusi kepolisian melakukan evaluasi menyeluruh serta menjamin perlindungan hak-hak sipil masyarakat, khususnya terhadap anak di bawah umur.
Mahasiswa juga menyinggung sejumlah peristiwa sebelumnya yang memicu sorotan publik terhadap aparat penegak hukum. Salah satunya insiden meninggalnya Afan Kurniawan pada 28 Agustus 2025, yang terlindas kendaraan taktis lapis baja milik Korps Brimob Polda Metro Jaya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa spanduk dan menyampaikan tuntutan agar proses hukum terhadap oknum yang terlibat dilakukan secara terbuka. Mereka juga meminta adanya jaminan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib. Perwakilan mahasiswa kemudian diterima untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak kepolisian setempat. (RK)



