Sekolah Pesisir di Delta Mahakam Tembus Ajang Dunia, Program Pendidikan PHM Raih Penghargaan CSR Global

TENGGARONG — Upaya membuka akses pendidikan di kawasan pesisir Delta Mahakam mengantarkan program binaan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meraih penghargaan internasional dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand.

Program Sekolah Negeri Terapung yang dijalankan di SMP Negeri 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sukses meraih penghargaan Platinum pada kategori Excellence in Provision of Literacy & Education Award.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi program dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), khususnya di kawasan pesisir Delta Mahakam.

Desa Sepatin sendiri dikenal sebagai wilayah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai. Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar tiga jam menggunakan kapal kecil dari Samarinda menyusuri Sungai Mahakam.

Keberadaan SMP Negeri 6 Anggana menjadi tumpuan pendidikan bagi anak-anak pesisir sejak berdiri pada 2012. Masyarakat setempat mengenal sekolah tersebut sebagai “sekolah terapung” karena berada di kawasan delta yang dipengaruhi pasang surut perairan Selat Makassar.

Sebagai bagian dari penguatan program, PHM bersama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) juga menyerahkan bantuan pembangunan gapura sekolah dan taman belajar pada akhir April 2026. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian monitoring dan evaluasi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di wilayah pesisir.

Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani mengatakan perusahaan ingin memastikan program pendidikan yang dijalankan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. “Program ini tidak hanya soal fasilitas pendidikan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas belajar dan membangun kesadaran generasi muda pesisir terhadap pentingnya pendidikan,” ujarnya.

Selain peningkatan fasilitas, sekolah kini telah memiliki dukungan laptop, listrik tenaga surya dan akses internet untuk menunjang proses pembelajaran. Program pendidikan tersebut pertama kali berjalan pada 2022 dengan nama Sekolah Rawa Hutan sebelum kemudian berkembang menjadi Sekolah Negeri Terapung pada 2024.

Dalam pengembangannya, program juga mencakup penguatan Profil Pelajar Pancasila, edukasi bahaya narkoba, pengembangan kurikulum berbasis lokal hingga pendampingan beasiswa mahasiswa pesisir.

Kepala SMP Negeri 6 Anggana, Tandarman menyebut dukungan program sangat membantu pengembangan sekolah di tengah keterbatasan wilayah pesisir. “Sekolah kami tentu sangat terbantu karena tidak bisa hanya bergantung pada anggaran desa,” katanya.

Sejumlah prestasi pun berhasil ditorehkan sekolah tersebut. Pada 2022, SMP Negeri 6 Anggana meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten.

Salah satu guru, Nurul Fitriana, juga berhasil memperoleh beasiswa Fulbright Distinguished Award in Teaching Program for International Teachers dari Pemerintah Amerika Serikat pada 2025.

Tak hanya tenaga pengajar, para siswa sekolah pesisir itu juga mencatatkan prestasi internasional. Karya gambar milik siswa bernama Ainun Nisa dipamerkan di Abu Dhabi setelah memenangkan lomba internasional bertema lingkungan.

Sementara siswa lainnya, Idul, meraih Juara 1 mewakili Indonesia dalam ajang Fish Art Contest yang digelar Wildlife Forever di Amerika Serikat pada 2023.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan menegaskan perusahaan akan terus mendukung pengembangan pendidikan masyarakat pesisir melalui program CSR berkelanjutan.

“Pendidikan menjadi fondasi penting untuk membangun generasi yang mandiri dan memiliki masa depan lebih baik,” tutupnya. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.