TENGGARONG – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, memberikan penjelasan resmi mengenai keterlambatan pencairan Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua tahun 2025. Penjelasan ini dikeluarkan di tengah banyaknya pertanyaan dari kalangan mahasiswa. Sunggono menegaskan bahwa keterlambatan murni disebabkan oleh kompleksitas proses administrasi, bukan ketiadaan anggaran. Ia memastikan bahwa dana bantuan pendidikan total Rp 16 miliar tersebut akan cair pada awal pekan depan, yaitu antara Senin (17/11/2025) atau Selasa (18/11/2025).
“Insya Allah mudah-mudahan Senin atau Selasa sudah bisa kita realisasikan,” jelas Sunggono, pada Sabtu (15/11/2025).
Skala Pencairan Tiga Kali Lipat Target Awal
Sunggono merinci bahwa proses administrasi ini memakan waktu karena skala penyaluran dana yang masif. Jumlah penerima beasiswa mencapai 4.015 orang, melampaui target awal yang hanya 1.348 orang, atau meningkat hingga tiga kali lipat. Total anggaran yang harus disalurkan oleh Pemkab Kukar mencapai Rp 16 miliar.
Sekkab Kukar menambahkan bahwa dana tersebut telah tersedia dan prosesnya kini hanya menunggu penyelesaian administrasi akhir.
“Sudah kita siapkan dan ada uangnya, tinggal proses administrasi. Sudah saya tanda tangani untuk proses pencairannya dan memang butuh waktu, Pak Bupati memerintahkan segera membayar,” lanjut Sunggono, menggarisbawahi komitmen pimpinan daerah.
Anggaran APBD Perubahan dan Komitmen Pengembalian Nominal Awal
Lebih lanjut, Sunggono menjelaskan bahwa anggaran beasiswa ini berasal dari APBD Perubahan Kukar 2025. Proses yang dilalui melibatkan penginputan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pasca disahkan bersama DPRD Kukar, diikuti koordinasi intensif dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Meskipun jumlah penerima yang tinggi sempat menyebabkan nilai nominal beasiswa harus dikurangi sementara (misalnya S1/D3 dari Rp 5 juta menjadi Rp 1,6 juta), hal ini sempat memicu protes. Namun, Pemkab Kukar melalui Bupati dr Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin berkomitmen penuh untuk mengembalikan nominal beasiswa tersebut ke angka awal dalam waktu dekat. Komitmen ini menunjukkan upaya serius Pemkab dalam menjangkau seluruh pemohon yang berhak. (Adv)



