NUSANTARA — Aktivitas pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menggeliat seiring bertambahnya jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kawasan tersebut. Hingga kini, tercatat sekitar dua ribu ASN telah mulai berkantor di pusat pemerintahan baru tersebut.
Jumlah tersebut terdiri dari pegawai Otorita IKN serta perwakilan sejumlah kementerian yang telah menempati fasilitas yang tersedia, termasuk dari sektor pekerjaan umum, perumahan, kesehatan, hingga perhubungan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa kehadiran ASN di IKN akan terus bertambah secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
“Sekarang sudah ada sekitar dua ribuan ASN di sana, termasuk dari Otorita dan beberapa kementerian yang mulai beroperasi,” ujarnya dalam rapat kerja bersama DPR RI.
Ia menjelaskan, pemindahan ASN menjadi salah satu fokus utama pemerintah pada tahun 2026. Secara bertahap, jumlah pegawai yang akan dipindahkan ditargetkan terus meningkat hingga mencapai ribuan orang dalam beberapa tahun mendatang.
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan sekitar 1.700 ASN tambahan akan dipindahkan. Sementara secara keseluruhan, jumlah ASN yang berkantor di IKN diproyeksikan mencapai sekitar 4.100 orang pada 2029.
Seiring dengan itu, pembangunan infrastruktur pendukung juga terus dikebut, termasuk hunian bagi ASN. Saat ini, progres pembangunan hunian telah mencapai sekitar 60 persen, dengan sejumlah tower sudah mulai ditempati oleh pegawai Otorita IKN maupun ASN dari kementerian dan lembaga lainnya.
Namun demikian, untuk hunian ASN yang telah berkeluarga, pemerintah masih merencanakan pembangunan lanjutan yang dijadwalkan mulai pada tahun 2026. Dengan bertambahnya jumlah ASN yang menetap dan bekerja di IKN, diharapkan roda pemerintahan di ibu kota baru tersebut dapat berjalan semakin optimal. (RK)



