TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi destinasi studi tiru bagi Kabupaten Murung Raya, terkait upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Murung Raya ini, disambut baik sebagai momen untuk berbagi pengalaman dan menjalin kerja sama antar daerah.
Plh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Dafip Haryanto, mengucapkan selamat datang dan menyatakan apresiasinya terhadap kunjungan tersebut. Ia menyebut bahwa tujuan utama pertemuan ini adalah untuk berbagi informasi, pengalaman terkait pengelolaan PAD sektor pertambangan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Dafip Haryanto menekankan salah satu poin unggulan yang dibagikan Kukar kepada Murung Raya. “Ini salah satunya bagaimana kita berbagi pengelolaan BUMD kita kepada Kabupaten Murung Raya, yang kita harapkan bisa menjadi motor penggerak untuk peningkatan PAD,” ungkap Dafip.
Ia mengungkapkan bahwa BUMD milik Kukar telah menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan dividen untuk pendapatan daerah, meski tanpa adanya penyertaan modal baru selama periode tersebut.
”Memang bukan kita membanggakan, tapi BUMD kita ini saat ini sudah bisa menghasilkan dividen untuk pendapatan hasil di daerah Kabupaten Kutai Kartanegara tanpa periode mereka ini diberikan penyertaan modal. Ini tantangannya,” jelas Dafip.
Materi mengenai tata kelola BUMD, yang seringkali dianggap sulit dimaksimalkan jika terlalu bergantung pada suntikan modal. Ia juga menambahkan bahwa Kukar sendiri siap belajar dari Murung Raya, terkait tata kelola pemerintahan lain yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas kinerja pemerintah daerahnya.
Dafip berharap, jika ada praktik yang dianggap bagus, Kabupaten Murung Raya dapat meniru dan memodifikasinya sesuai kebutuhan daerah mereka, “Kita berharap ini jangka panjangnya ada kerja sama antar daerah untuk memaksimalkan masing-masing potensi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Murung Raya,” tutup Dafip.
Penulis : Shavira Ramadhanita



