TENGGARONG – Kejuaraan Kaltim Open Nusantara Cup 1 Tahun 2026 resmi bergulir. Kejuaraan Akutik se-Indonesia ini, dihelat selama 3 hari sejak 24-26 Juli 2026, di Kolam Renang Junjung Buyah, Komplek Stadion Rondong Demang Tenggarong.
Event kejuaraan Akuatik kelas nasional ini, dibuka langsung Sekretaris Umum KONI Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Muis. Total diikuti 320 perenang yang berasal dari 28 klub yang berasal dari Kaltim, Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga Blitar.
Dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Organisasi Akuatik Kukar, Izmil Patola, bertujuan untuk mencari bibit-bibit baru dari atlet usia junior untuk bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Hingga hari ke-2 kejuaraan, Izmil menyebut persaingan ketat selama pertandingan. Terutama perenang asal Kutai Kartanegara (Kukar), Samarinda dan Balikpapan yang saling salip dalam perebutan medali.
“Kualitas persaingan cukup ketat, Balikpapan, Samarinda dan Kukar cukup bersaing terlihat ada beberapa yang masuk podium. Merata dan secara nasional Kaltim cukup disegani,” ungkap Izmil, Sabtu (25/7/2026).
Ia pun berharap Kejuaraan Kaltim Open Nusantara Cup dapat rutin terlaksana tiap tahun. Dapat terselenggara lebih meriah dan diikuti lebih banyak lagi perenang dari klub-klub se-Indonesia.
“Dari pak ketua ingin kegiatan ini rutin tiap tahun, coba kita lihat kedepannya,” lanjutnya.

Terpisah, Ketua Federasi Akuatik Kaltim, Alimuddin, menjelaskan bahwa Kejuaraan Kaltim Open Nusantara Cup 1 Tahun 2026 ini sedikit berbeda. Menggandeng SEIKO Official Timing System, untuk melakukan pencatatan hasil pertandingan. Dengan sistem ini, semua pertandingan akan tercatat dan terpusat ke PB Akuatik Indonesia.
Sehingga ketika ada pemecahan rekor maka akan tercatat secara nasional, bisa melihat rekor se-Indonesia. Ketika ada perenang yang memecahkan dan melewati rekor nasional, maka akan tercatat langsung di pengurus pusat.
“Untuk pertama kali (hasil pertandingan) masuk data base nasional,” tutup Alimuddin.
Penulis/Editor : Afi



