JAKARTA – Ratusan buruh dari berbagai organisasi serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/3/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Perempuan Sedunia yang diperingati setiap 8 Maret.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan sejumlah tuntutan terkait perlindungan pekerja perempuan, khususnya dari praktik kekerasan dan pelecehan di lingkungan kerja.
Aksi ini diikuti oleh jaringan serikat pekerja yang tergabung dalam Indonesia Council bersama sejumlah federasi serikat buruh. Massa aksi bergantian menyampaikan orasi di depan panggung terbuka yang dipasang di lokasi demonstrasi.
Salah satu perwakilan massa aksi menyatakan bahwa salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah mendorong pemerintah agar segera meratifikasi Konvensi ILO 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja, terutama perempuan, yang dinilai masih rentan mengalami kekerasan berbasis gender di tempat kerja.
“Ratifikasi konvensi ini sangat penting karena kasus kekerasan berbasis gender di dunia kerja masih sering terjadi dan membutuhkan perlindungan hukum yang lebih kuat,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Selain mendorong ratifikasi konvensi internasional tersebut, massa aksi juga meminta pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap praktik kekerasan berbasis gender di lingkungan kerja.
Mereka berharap pemerintah daerah hingga tingkat perusahaan dapat lebih serius dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan yang menimpa pekerja perempuan.
Para buruh juga menilai regulasi nasional yang ada saat ini masih perlu diperkuat dengan standar perlindungan internasional agar hak-hak pekerja perempuan dapat lebih terjamin.
Sementara itu, untuk mengamankan jalannya aksi, aparat dari Polda Metro Jaya menyiagakan lebih dari seribu personel gabungan di sekitar kawasan demonstrasi. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menghindari area sekitar Patung Kuda guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.
Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan hingga massa secara bertahap membubarkan diri pada siang hari. (RK)



