SAMARINDA – Bencana tanah longsor menerjang kawasan permukiman warga di Loa Hui, Samarinda, Jumat (6/2/2026). Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur sejak dini hari hingga siang, menyebabkan struktur tanah di bawah rumah warga bergerak dan mengakibatkan tiga unit rumah mengalami kerusakan berat.
Ketua RT setempat, Mustari, mengatakan gejala longsor sebenarnya sudah terpantau sejak pagi. Curah hujan yang tinggi membuat tembok penahan tanah di sekitar lokasi tidak mampu menahan tekanan air, hingga akhirnya pecah dan memicu amblesnya pondasi bangunan.
“Sekitar jam 12.10 WITA, tepat sebelum salat Jumat, petugas jaga pos mendengar bunyi kretuk-kretuk dari kayu pondasi rumah. Saya langsung dipanggil untuk mengecek,” ujar Mustari.
Menyadari potensi bahaya yang semakin besar, Mustari bersama warga segera melakukan langkah antisipasi dengan mengevakuasi barang-barang berharga dari rumah yang terancam roboh. Upaya tersebut dinilai berhasil meminimalkan risiko korban jiwa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Karena kami sudah menduga bangunan akan runtuh, jadi warga segera menyingkir dan sempat mengevakuasi barang-barang keluar,” tambahnya.
Laporan kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda. Tim BPBD diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen serta memantau potensi longsor lanjutan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda, Edy Susanto, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh aliran air di bawah pondasi bangunan yang menyebabkan pergerakan tanah cukup signifikan.
“Penyebab sementara adalah pergerakan tanah akibat aliran air di bawah pondasi setelah hujan deras semalaman. Hingga siang ini, kami menerima total empat laporan titik longsor di Samarinda, dan lokasi di Loa Hui ini adalah yang paling parah,” jelas Edy saat ditemui di lokasi.
BPBD juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Potensi pergerakan tanah susulan masih mungkin terjadi.
“Kami meminta warga untuk sementara mengevakuasi diri, terutama jika hujan kembali turun. Kita tidak tahu apakah akan ada pergerakan tanah susulan yang lebih besar,” tegas Edy. (RK)



