TENGGARONG – Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus dilakukan oleh pengelola Tangga Arung Square. Salah satunya memfasilitasi pelaku usaha kecil yang beroperasi di luar area tanpa tatanan yang jelas.
Selama ini, para pelaku jasa seperti tukang sol sepatu, tukang stempel, tukang kunci, hingga tukang cetak berada di luar area Tangga Arung Square dan tidak tertata.
Kondisi mereka saat ini pun beragam. Ada yang masih menumpang, bahkan banyak yang tidak terdata, sehingga aktivitas ekonomi mereka belum memberikan kontribusi balik kepada pemerintah.
“Selain itu, kami juga punya program pemberdayaan UMKM jasa. Rencananya semua akan kami kumpulkan di dalam area,” ungkap Ketua Pengelola Tangga Arung Square, Adi.
Untuk mendukung program ini, pihak pengelola telah menyiapkan skema relokasi ke dalam area, dengan menyediakan fasilitas penunjang yang modern. Di antaranya menyiapkan lapak khusus dengan tampilan seragam, serta tempat usaha yang rapi dan lokasi yang tertata.
Langkah ini diambil dengan tujuan utama, agar keberadaan para penyedia jasa tersebut tidak mengganggu akses jalan dan tidak merusak estetika kawasan. Selain itu, langkah ini memastikan aktivitas mereka tetap memberikan kontribusi PAD kepada pemerintah.
Mengenai biaya sewa, pihak pengelola menegaskan bahwa target mereka memberikan harga yang sangat terjangkau bagi para pelaku jasa tersebut. Saat ini, terdapat dua pilihan tarif yang sedang dioptimalkan. Untuk lapak tanpa kunci dipatok Rp500 ribu per bulan, sedangkan lapak dengan kunci dipatok Rp2 juta per bulannya.
Namun, Adi menekankan bahwa pihaknya masih mencari model yang lebih murah dengan target tidak lebih dari Rp500 ribu per bulan. Biaya tersebut nantinya sudah mencakup setoran PAD, biaya kebersihan dan keamanan hingga sewa tempat.
“Itu sudah sangat wajar dan masih sangat terjangkau untuk pelaku jasa UMKM,” tambahnya.
Dengan masuknya mereka ke dalam kawasan Tanga Arung Square, para pelaku jasa diharapkan bisa tetap tertib, memiliki penghasilan yang stabil, dan berkontribusi pada kerapian kawasan secara keseluruhan. Saat ini, para pelaku UMKM jasa tengah menunggu realisasi dari rencana tersebut.
Penulis: Shavira Ramadhanita



