TENGGARONG – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memfokuskan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor seni pertunjukan, sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif (ekraf) di daerah. Langkah ini diambil agar setiap event seni di Kukar, termasuk Pesta Erau Adat Kutai, bisa menampilkan kualitas yang lebih tinggi, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menyampaikan bahwa setiap tahunnya Dispar menampilkan beragam kesenian dari seluruh kecamatan dalam Pesta Erau Adat Kutai. Momentum ini dijadikan dasar pembinaan sekaligus penilaian kualitas seni pertunjukan.
“Itu tugas kami menilai bagaimana dari sisi gerak tubuh, kostum, dan make up-nya sesuai standar, dengan kreasi-kreasi yang menarik untuk dipertunjukkan. Jadi menjadi salah satu program kami untuk mendukung event-event di Kutai Kartanegara ini berstandar nasional dan internasional,” jelas Antoni.
Menurut Antoni, pembinaan mencakup teknik gerak tari, kesesuaian kostum, hingga tata rias para seniman. Ia mencontohkan tarian jepen, yang menjadi ikon seni tari di Kukar. Gerak dasarnya dipertahankan sebagai identitas, namun tetap diberi ruang inovasi agar tampil segar dan menarik bagi penonton.
Selain itu, Dispar juga menekankan pentingnya penggunaan kostum khas daerah. Antoni menjelaskan, kostum yang dikenakan wajib mencerminkan identitas adat Kutai dan Kukar, serta edukatif bagi pelaku seni agar tidak meniru ciri khas daerah lain.
“Di samping itu, kostum juga harus edukasi kepada pelaku seni daerah agar tidak memakai ciri khas kostum daerah lain, dan wajib mencerminkan kostum adat Kutai dan Kutai Kartanegara,” tutup Antoni. (Adv)



