Pembangunan Koperasi Merah Putih di Sepaku Belum Merata, Masih Terkendala Lokasi

NUSANTARA – Realisasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Sepaku, kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), masih berjalan bertahap. Meski sebagian desa dan kelurahan telah memasuki tahap pembangunan fisik, sejumlah wilayah lainnya belum bisa bergerak akibat persoalan ketersediaan lahan.

Program nasional yang ditargetkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa itu belum sepenuhnya terealisasi di wilayah administrasi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), khususnya Kecamatan Sepaku yang memiliki 15 desa dan kelurahan.

Pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kecamatan Sepaku, Wahyudi, mengungkapkan progres pembangunan koperasi di lapangan masih berbeda-beda. Beberapa wilayah sudah hampir rampung, sementara lainnya masih tertahan karena persoalan status lahan.

Salah satu kendala ditemukan di Desa Telemow. Menurut Wahyudi, pembangunan koperasi di wilayah tersebut belum dapat dilakukan lantaran lokasi yang tersedia berada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU), sehingga membutuhkan penyesuaian lebih lanjut.

“Untuk beberapa wilayah memang masih terkendala lahan. Ada yang belum bisa dibangun karena status lahannya belum memungkinkan,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan tim pendamping desa saat ini lebih difokuskan pada tahapan pembentukan melalui musyawarah desa khusus (Musdesus). Sementara proses teknis pembangunan fisik dan pengawalan program dilakukan oleh tim pendamping tersendiri.

Di sejumlah desa lain, perkembangan pembangunan disebut lebih progresif. Beberapa titik bahkan sudah memasuki tahap akhir pengerjaan, termasuk kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat penguatan ekonomi berbasis koperasi masyarakat.

Sementara itu, persoalan lahan juga masih ditemui di sejumlah kelurahan. Di Kelurahan Mentawir misalnya, lahan hibah dari masyarakat telah tersedia, namun masih melalui tahap koordinasi untuk memastikan kesesuaian lokasi dengan kebutuhan pembangunan.

Sedangkan di Kelurahan Pemaluan, lokasi pembangunan disebut telah ada, namun luas lahan dinilai belum memenuhi standar kebutuhan bangunan koperasi.

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah daerah tetap optimistis program KDKMP dapat berjalan sesuai target nasional. Program ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, pembukaan lapangan kerja, hingga pengembangan ekonomi berbasis desa dan kelurahan.

Sebelumnya, ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah diluncurkan secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda nasional yang dipusatkan di Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pun menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan koperasi tersebut agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah Sepaku yang kini berkembang sebagai kawasan penyangga IKN.

Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menilai keberadaan KDKMP diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Harapannya koperasi ini bisa menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan memperkuat usaha kecil di tingkat desa maupun kelurahan,” ujarnya. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.