TENGGARONG – Suasana religius menyelimuti Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong saat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dimulai, Jumat (24/10/2025). Rangkaian defile kafilah dan tabuhan bedug oleh Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, menjadi penanda dibukanya ajang keagamaan tahunan tersebut.
Ribuan masyarakat memadati arena pembukaan, menyambut meriah kehadiran 1.756 kafilah dari 20 kecamatan se-Kukar yang akan berlomba di berbagai cabang tilawah, tahfiz, hingga seni baca Al-Qur’an lainnya. Antusiasme warga menegaskan bahwa MTQ masih menjadi salah satu momentum keagamaan paling ditunggu di daerah ini.
Bupati Aulia menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ di tingkat kabupaten merupakan bagian penting dari sistem pembinaan qari dan qariah di Kukar. Ia menegaskan, keberhasilan Kukar meraih berbagai prestasi di MTQ tingkat provinsi, tak lepas dari pelaksanaan MTQ kabupaten yang rutin dan terstruktur.
“Secara historis, Kukar sangat lekat dengan predikat juara umum di MTQ tingkat provinsi. Salah satu alasannya karena pelaksanaan MTQ di tingkat kabupaten berjalan baik, dan pembinaannya dilakukan berjenjang, dimulai dari MTQ kecamatan,” ucap Aulia.
Ia menjelaskan, para peserta terbaik dari MTQ kabupaten nantinya tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka akan dibina secara khusus oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar untuk dipersiapkan tampil di level yang lebih tinggi, yakni MTQ tingkat provinsi.
“Hasil tidak akan mengkhianati proses yang luar biasa, dan kami yakin hasilnya akan sesuai dengan harapan,” lanjut Aulia.
Lebih jauh, Aulia menekankan bahwa MTQ bukan hanya panggung perlombaan, tetapi juga cerminan keberhasilan program Gerakan Etam Mengaji (Gema) Kukar yang selama ini digencarkan. Program tersebut telah menyasar sekolah-sekolah hingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sebagai upaya membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai keagamaan yang kuat, pelaksanaan MTQ ke-46 di Tenggarong diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang unggul, berakhlak mulia, dan menjaga nama baik Kukar sebagai daerah dengan tradisi keagamaan yang kuat di Kalimantan Timur.
“Ini momentum untuk menunjukkan hasil nyata dari Gerakan Etam Mengaji yang terus kita galakkan,” tutupnya. (Adv)



