Momentum MPLS, Santri Ponpes Sitti Aminah Samboja Barat Dibekali Keterampilan Olah Sampah

TENGGARONG – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sitti Aminah, Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, mendapatkan pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026). Mereka tidak hanya menerima materi pengenalan sekolah, tetapi juga mengikuti pelatihan pengelolaan sampah bersama Bank Sampah Unit (BSU) Bersemi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya pengurangan sampah melalui konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) sebelum mempraktikkan langsung pembuatan kerajinan berbahan sedotan plastik bekas.

Pengurus BSU Bersemi, Ajeng Harismawanti, mengatakan edukasi sengaja dikemas secara praktik agar para santri lebih mudah memahami bahwa sampah masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan benar.

“Kami memperkenalkan dulu konsep pengelolaan sampah, kemudian mereka langsung mencoba membuat kerajinan dari bahan bekas. Harapannya mereka bisa melihat bahwa sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan,” ujarnya.

Menurut Ajeng, awalnya tim berencana memanfaatkan limbah kemasan kopi dan pewangi pakaian sebagai bahan praktik. Namun karena ketersediaan bahan belum mencukupi, pelatihan dialihkan menggunakan sedotan plastik yang masih tersedia di bank sampah.

Melalui bahan tersebut, peserta diperlihatkan tahapan dasar membuat kerangka produk yang nantinya dapat dikembangkan menjadi tempat tisu maupun tas belanja.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dini sekaligus membuka wawasan bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

BSU Bersemi sendiri telah beberapa kali menjadi narasumber edukasi lingkungan di berbagai sekolah. Komunitas tersebut juga sempat memperkenalkan hasil kerajinan daur ulang dalam pameran yang digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Juni lalu.

Sementara itu, Kepala Sekolah Ponpes Sitti Aminah, Imron Wahyu Permono, menjelaskan materi pengelolaan sampah menjadi salah satu agenda MPLS yang berlangsung selama tiga hari.

Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan membangun kepedulian santri terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membiasakan mereka mengelola sampah dengan cara yang lebih bertanggung jawab.

“Setiap hari kita menghasilkan sampah. Karena itu anak-anak perlu mengetahui cara memilah dan memanfaatkannya agar tidak langsung dibuang begitu saja,” katanya.

Selain materi pengelolaan sampah, pada hari terakhir MPLS para santri dijadwalkan mengikuti penyuluhan mengenai kesehatan, pencegahan kekerasan, dan bullying dengan menghadirkan pemateri dari Puskesmas serta unsur TNI di wilayah Samboja.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pihak pesantren berharap para santri tidak hanya memiliki bekal akademik dan keagamaan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan serta memiliki karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.