Kisah Muhammad Aidil Ilmi, Siswa Asal Muara Muntai Kejar Cita-Cita TNI AD Lewat Binlat Dispora Kukar

TENGGARONG – Semangat membara ditunjukkan oleh para peserta Pembinaan dan Pelatihan (Binlat) Bintang Pengabdian yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu cerita inspiratif datang dari Muhammad Aidil Ilmi, pemuda berusia 18 tahun asal Kecamatan Muara Muntai yang bertekad menembus seleksi TNI Angkatan Darat (AD).

Aidil, yang saat ini duduk di Kelas 12 IPS Madrasah Aliyah, mengaku mengalami perubahan besar dalam gaya hidupnya selama mengikuti Binlat Angkatan ke-7 ini. Pelatihan ini menjadi gambaran dan motivasi baginya yang sebelumnya tidak memiliki gambaran mengenai dunia militer.

“Perasaan saya sangat seru sekali, awalnya kami tidak tahu apa-apa tentang pelajaran yang diberikan pelatih. Dulu saya biasa bangun jam 7 atau jam 8 pagi, tapi sekarang sejak ikut binlat, jam 4 subuh sudah harus bangun,” ungkap Aidil Ilmi.

Selama pelatihan, Aidil melewati berbagai pengalaman yang menguji mental dan kesiapannya. Salah satu momen yang paling tak terlupakan saat para peserta dibangunkan secara mendadak pada pukul 03.00 dini hari. Digembleng dengan fisik berupa posisi push-up selama 5 menit dan tambahan 20 kali push-up untuk membentuk ketangguhan mental pasukan militer.

“Saya sangat terkejut dibangunkan pelatih dengan petasan yang menggelegar di depan pintu. didalam satu ruangan kami terkejut, saya kira ada kebakaran soalnya ada asap banyak. Pas keluar itu buka pintu saya panik putar ke dalam ke belakang sampai ditegur pelatih jangan pakai baju aja langsung aja untuk keluar. Jadi saya refleks untuk lari, tapi ternyata dipukul pelatih dan disuruh jongkok,” kata Aidil.

Diketahui, ia mendapatkan informasi pelatihan binlat tersebut dari grup komunikasi teman tongkrongannya. Aidil merasa sangat beruntung bisa bergabung.

Ketertarikan Aidil pada TNI AD ternyata sudah muncul sejak kecil. Baginya, menjadi bagian dari pasukan khusus adalah impian besar karena kegagahan yang terpancar dari seragam dan baret yang dikenakan.

Meski sempat merasa rindu rumah pada hari kelima pelatihan, bahkan hingga ia mengaku lupa suasana rumah saat melakukan video call dengan ibundanya. Tapi, Aidil tetap teguh pada tujuannya. Baginya, rasa rindu adalah bagian dari perjuangan menuju cita-cita.

Setelah mengikuti kegiatan Binlat ini, Aidil menitipkan pesan dan harapan kepada Dispora Kukar, agar program ini terus berlanjut. “Saya berharap kegiatan Dispora ini durasinya bisa diperlama lagi dan kuotanya ditambah. Binlat ini sangat bermanfaat bagi anak muda seperti kami yang ingin meraih cita-cita yang sebelumnya tidak tahu harus mulai dari mana. setelah mengikuti kegiatan ini, sekarang saya merasa sudah siap untuk mengikuti tes TNI AD,” tutupnya.

Penulis : Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.