SANGATTA – Penemuan kerangka manusia di sebuah bangunan sarang burung walet di kawasan Gang Ma’arif, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, menghebohkan warga setempat, Sabtu (6/6/2026). Aparat kepolisian kini mendalami identitas korban sekaligus penyebab kematiannya.
Kerangka tersebut ditemukan di dalam gedung walet saat penjaga bangunan melakukan pengecekan rutin pada siang hari. Temuan tak biasa itu bermula ketika kondisi salah satu ruangan di dalam bangunan terlihat tidak seperti biasanya.
Penjaga gedung, Zulkifli, mengaku mendapati ruang mesin dalam keadaan berantakan ketika memasuki lokasi sekitar pukul 13.00 WITA. Curiga dengan situasi tersebut, ia melanjutkan pemeriksaan ke bagian dalam bangunan.
Namun belum jauh melangkah, sorotan senter mengarah pada sesosok tubuh yang sudah dalam kondisi tinggal tulang. Temuan itu segera dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan darurat setelah saksi memastikan terdapat jasad manusia di dalam bangunan.
Merespons laporan warga, personel kepolisian langsung menuju lokasi dan memasang garis pengamanan untuk membatasi akses masyarakat ke tempat kejadian perkara (TKP).
Selain melakukan olah TKP, petugas turut mengumpulkan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi, termasuk peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas di dalam gedung walet.
Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, mengatakan proses identifikasi masih berlangsung mengingat kondisi korban yang sudah menjadi kerangka.
Pihak kepolisian belum dapat memastikan identitas maupun penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan oleh tim identifikasi dan forensik.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas korban serta penyebab kematiannya,” ujarnya.
Polisi juga belum menyimpulkan apakah korban meninggal akibat kecelakaan, tindak kriminal, atau faktor lain. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan rampung.
Saat ini, Satreskrim bersama tim identifikasi masih bekerja mengungkap misteri di balik penemuan kerangka tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterkaitan korban dengan aktivitas di sekitar lokasi kejadian. (RK)



