SAMARINDA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mulai mengintensifkan program vaksinasi bagi Calon Jemaah Haji (CJH) tahun keberangkatan 2026. Tahapan awal vaksinasi dilaksanakan di Puskesmas Baqa, Samarinda Seberang, Senin (9/2/2026), sebagai bagian dari persiapan kesehatan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Vaksinasi menjadi syarat wajib bagi seluruh jemaah guna meningkatkan daya tahan tubuh dan meminimalkan risiko penularan penyakit selama menjalankan ibadah haji. Pada tahap pertama ini, jemaah mendapatkan vaksin meningitis yang telah ditetapkan sebagai ketentuan internasional.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Samarinda, Nata Suswanto, mengatakan vaksinasi dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal dan kesiapan jemaah.
“Hari ini kami mengumpulkan sebagian calon jemaah haji untuk dilakukan vaksinasi meningitis. Ini adalah prosedur wajib bagi mereka. Nanti, kemungkinan setelah lebaran, kita akan lakukan vaksinasi lagi, yaitu vaksin polio yang juga sudah menjadi kewajiban bagi jemaah,” ujar Nata Suswanto saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan vaksinasi tahun ini menjadi lebih intensif menyusul lonjakan jumlah calon jemaah haji asal Kota Samarinda. Dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 500 orang, jumlah jemaah pada 2026 meningkat hampir dua kali lipat.
“Jumlah jemaah haji tahun ini meningkat menjadi kurang lebih 1.071 orang. Karena ada peningkatan hampir dua kali lipat, kami harus lebih intensif lagi dalam menjaga kesehatan para jemaah ini,” imbuhnya.
Nata menjelaskan, peningkatan pengawasan kesehatan juga dipengaruhi oleh adanya perubahan kebijakan di tingkat pusat. Jika sebelumnya penyelenggaraan haji sepenuhnya dikoordinasikan oleh Kementerian Agama, kini terdapat peran lebih besar dari Kementerian Haji dan Umrah, sehingga sejumlah regulasi mengalami penyesuaian.
Rangkaian vaksinasi ini bertujuan melindungi jemaah dari penyakit yang berisiko tinggi menular di Arab Saudi, seperti meningitis, influenza, dan polio. Dengan berkumpulnya jutaan jemaah dari berbagai negara, potensi penyebaran penyakit menjadi sangat besar.
“Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan. Di Arab Saudi itu jemaah sangat banyak, seringkali saat pulang bisa membawa penyakit. Maka dari itu kita berikan vaksin meningitis dan kita tawarkan juga vaksin influenza. Untuk polio akan menyusul satu bulan mendatang sesuai instruksi pemerintah Arab Saudi,” jelas Nata.
Ia berharap, melalui persiapan kesehatan yang matang, jemaah haji asal Samarinda dapat menjalankan ibadah dengan kondisi fisik yang optimal hingga kembali ke daerah asal.
“Walaupun nanti terpapar penyakit di sana, dengan adanya vaksinasi, tingkat keparahannya tidak akan tinggi. Harapan kita semua jemaah berangkat sehat, pulang ke Samarinda juga dalam keadaan sehat walafiat,” tutupnya. (RK)



