SAMARINDA – Harapan masyarakat Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) untuk memiliki rumah sakit dan sekolah unggulan perlahan mendekati kenyataan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur memasukkan pembangunan dua fasilitas vital tersebut dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Immanuel, menyebut rencana itu bukan sekadar wacana. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi pemerintah kabupaten sebelum proyek dapat berjalan, yakni pembebasan lahan.
“Sudah tercantum dalam RPJMD Gubernur Kaltim, baik rumah sakit maupun sekolah unggulan. Hanya saja, pemerintah kabupaten harus memastikan lahan sudah siap. Itulah yang saya minta agar DPRD Kubar ikut mengawal,” jelas Ekti saat dihubungi wartawan Radar Kukar, Sabtu (23/8/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas publik tidak bisa dilakukan secara instan. Sesuai tahapan perencanaan, proyek tersebut baru akan dimulai pada 2026, masuk tahap pembangunan 2027–2028, dan ditargetkan rampung serta diresmikan pada 2029.
“Butuh proses, tidak semudah membalik telapak tangan,” tegas politisi Gerindra dari daerah pemilihan Kubar–Mahulu ini.
Dengan adanya sinergi tersebut, masyarakat di Kubar dan Mahulu diharapkan tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan kesehatan maupun pendidikan berkualitas. Pembangunan rumah sakit dan sekolah unggulan menjadi bagian dari visi-misi Pemprov Kaltim untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah pedalaman.
Ekti juga menekankan pentingnya peran DPRD Kubar dalam mengawal sinkronisasi antara program pemerintah kabupaten dan provinsi. Menurutnya, dukungan penuh dari legislatif daerah akan mempercepat realisasi pembangunan sekaligus menghindari hambatan birokrasi.
“RPJMD Bupati juga harus sinkron dengan RPJMD Provinsi, jadi semua harus bergerak bersama,” katanya. (adv/ DPRD kaltim)
Penulis: Hanafi



