El Nino Godzilla vs Ketahanan Pangan Kukar: Stok Aman Hingga Akhir Tahun

MESKI ancaman fenomena El Nino Godzilla mengintai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) optimis dengan kondisi ketahanan pangan di Kukar. Setidaknya hingga akhir, cadangan pangan yang dimiliki saat ini, melebihi kebutuhan konsumsi di Kukar.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias, sudah menjalankan sejumlah upaya. Salah satunya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk memperhitungkan kendala dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

“Pada prinsipnya memang perlu mitigasi, supaya efek perubahan cuaca ekstrem ini tidak terlalu berpengaruh pada kondisi lapangan terkait produksi kita,” jelas Ananias.

Hingga saat ini, pihaknya terus memantau stok beras Kukar. Ia menyebut masih dalam kondisi aman dan cukup. Ia berharap tidak terjadi kegagalan panen, sehingga musim kering bisa dilewati.

Berdasarkan data yang disampaikannya, ketersediaan beras di Kukar tahun 2026 mencapai 242.204 ton, yang berasal dari produksi lokal dan beras yang dikirim dari luar daerah. Sementara kebutuhan untuk 1 tahun mencapai 82.976 ton, sehingga masih memiliki cadangan sebesar 159.228 ton. Atau ketersediaan beras Kukar sekitar 102 persen.

“Masih lebih tinggi dari kebutuhan sampai akhir tahun, jadi cadangan pangan melebihi kebutuhan konsumsi,” lanjutnya.

Jumlah tersebut belum termasuk cadangan pangan berupa beras milik Pemkab Kukar di Badan Urusan Logistik (Bulog) di Samarinda. Yakni sebanyak 285 ton, yang diperuntukkan apabila ada kendala gagal panen karena kekeringan atau puso.

“Sejauh ini sampai akhir tahun ketersediaan pangan aman dan stabil,” tutupnya.

Sementara itu, Perum BULOG Kanwil Kaltim dan Kaltara mencatat realisasi pengadaan sebesar 6.473 ton setara beras dari target 12.253 ton pada 2026. Pemimpin Wilayah BULOG Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, menjelaskan percepatan serapan difokuskan pada momentum panen raya dengan mengoptimalkan pengadaan gabah dan beras secara simultan.

“Pengadaan tetap dilakukan untuk gabah dan beras sekaligus, dengan memaksimalkan kesiapan BULOG bersama mitra agar serapan saat panen raya bisa optimal,” ujarnya.

Target serapan tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja, meliputi Kancab Paser, Samarinda, Berau, Tarakan, dan Bulungan. Untuk mengakselerasi capaian, BULOG memperluas kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan swasta.

Selain itu, sinergi lintas sektor juga diperkuat, termasuk dengan TNI dan pemerintah daerah melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP), pemantauan titik panen, serta pengawasan harga agar tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Dengan strategi tersebut, BULOG Kaltim-Kaltara optimistis target serapan 2026 dapat tercapai. Di saat yang sama, langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga beras di wilayah serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Penulis : Afi/Aprianto

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.