BERAU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan, guna memperbaiki konektivitas antarwilayah. Hingga saat ini, kondisi jalan kabupaten yang masuk kategori mantap masih tergolong rendah dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi daerah.
Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 1.433 kilometer, baru 555,75 kilometer yang berada dalam kondisi baik dan sedang. Artinya, tingkat kemantapan jalan di Berau masih berada di kisaran 38,77 persen. Sementara sisanya memerlukan peningkatan dan rehabilitasi secara bertahap.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Bambang Sugianto, menyebut capaian tersebut menjadi dasar percepatan pembangunan jalan di berbagai kecamatan. Baik di wilayah perkotaan, pesisir, hingga daerah hulu.
“Kalau dipersentasekan, jalan mantap kita masih di bawah 40 persen. Ini yang jadi fokus utama kami untuk dikejar secara bertahap,” ujarnya.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, DPUPR Berau telah menyiapkan alokasi anggaran yang signifikan selama dua tahun terakhir. Setiap kecamatan mendapat porsi pembangunan dan rehabilitasi jalan dengan nilai anggaran berkisar antara Rp20 miliar hingga Rp40 miliar, menyesuaikan kebutuhan dan tingkat kerusakan.
Sejumlah proyek strategis pun mulai direalisasikan. Di Kecamatan Segah, DPUPR melakukan rehabilitasi jalan poros Baturajang–Long Lamcin sepanjang 4,1 kilometer dengan konstruksi beton. Proyek ini menelan anggaran lebih dari Rp21,2 miliar.
“Selain itu, rekonstruksi jalan poros Pandansari–Harapan Jaya juga dilaksanakan dengan anggaran sekitar Rp9 miliar,” ucapnya.
Sementara di wilayah pesisir, peningkatan jalan juga menyasar Kecamatan Biduk-Biduk dan Teluk Sulaiman. Pekerjaan mencakup peningkatan kualitas jalan serta pembangunan sarana pelengkap di jalur Teluk Sulaiman–Teluk Sumbang, dengan total anggaran mencapai Rp19 miliar.
Menurut Bambang, pemilihan konstruksi beton pada sejumlah ruas jalan disesuaikan dengan karakter lalu lintas yang dilalui kendaraan bertonase berat.
“Khusus jalan Baturajang–Long Lamcin, kami gunakan beton karena jalur ini sering dilewati kendaraan berat di atas 8 ton,” jelasnya.
Tak hanya berorientasi pada kelancaran mobilitas, pembangunan infrastruktur jalan juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata. DPUPR Berau turut menyiapkan sarana pelengkap agar akses menuju destinasi wisata menjadi lebih tertata, aman, dan nyaman bagi pengunjung.
“Pembangunan ini kami lakukan berproses setiap tahun. Target kami, peningkatan jalan kabupaten bisa tuntas dan memberikan dampak nyata pada tahun 2026,” pungkasnya. (RK)



