TENGGARONG – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, angkat bicara terkait meninggalnya seorang bayi berusia enam bulan di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Ia menekankan pentingnya investigasi menyeluruh terhadap standar pelayanan dan kesiapan fasilitas medis di puskesmas setempat.
Kasus tersebut mencuat setelah pihak keluarga melalui kuasa hukum mengungkap dugaan ketidaksiapan fasilitas medis, mulai dari ketersediaan oksigen hingga sistem rujukan darurat.
Menanggapi hal itu, Ahmad Yani menyebut perlu ada penelusuran mendalam untuk memastikan apakah terdapat kekeliruan dalam pelayanan kesehatan.
“Ya, itu pasti peralatannya yang medisnya itu dan seterusnya itu banyak kesalahan dan keliruan, sehingga perlu diinvestigasi sebenarnya,” ujarnya.
Ia memastikan DPRD Kukar akan melakukan peninjauan langsung terhadap sistem dan penerapan standar pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut. “Juga nanti kami DPRD juga lakukan investigasi terkait dengan kekeliruan atau kesalahan atau penerapan sistem yang ada di sana,” tegasnya.
Menurutnya, apabila ditemukan ketidaksesuaian standar medis maupun kekurangan alat kesehatan, maka hal itu menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi.
“Oleh karena itu tidak boleh lagi terjadi di puskesmas atau di tempat-tempat yang lain,” tandasnya.
Sebelumnya, kuasa hukum keluarga korban, Titus T Pakalla dari Kantor Hukum TTP & Partner Law Office, menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan data dan mendalami kronologi kejadian.
Berdasarkan keterangan ayah korban, bayi tersebut mengalami demam tinggi disertai sesak napas sejak Sabtu (14/2/2026) malam. Kondisi memburuk hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Batuah pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Pihak keluarga berharap bayi segera mendapat bantuan oksigen. Namun, muncul dugaan tabung oksigen tidak berfungsi optimal.
“Berdasarkan keterangan bapaknya, saat regulator dipasang ke tabung oksigen, jarumnya menunjukkan angka nol. Artinya diduga kosong,” ujar Titus.
Selain itu, keluarga juga menyoroti tidak adanya sopir ambulans saat kondisi bayi semakin kritis. Karena belum ada kepastian rujukan, bayi akhirnya dibawa menggunakan kendaraan pribadi ke rumah sakit. Dalam perjalanan tersebut, nyawa korban tidak tertolong.
“Kami melihat ada persoalan pada kesiapsiagaan fasilitas dan sistem respons darurat. Ini yang sedang kami dalami,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batuah, dr M Yuyut Arianto, membantah tabung oksigen dalam kondisi kosong. “Secara teknis oksigen itu ada dan terisi penuh. Hanya saja ada tuas on-off di atas sebelum regulator, seperti keran. Saat itu petugas jaga kesulitan membukanya,” jelasnya.
Pihak puskesmas menyatakan terbuka terhadap proses hukum maupun mediasi. Kasus tersebut juga telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan dan dilakukan evaluasi internal.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut layanan kesehatan dasar di tingkat kecamatan. DPRD Kukar pun menyatakan akan menjadikan kasus tersebut sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan di seluruh puskesmas di wilayah Kukar. (RK)



