DPRD Kaltim Pastikan Program Seragam Sekolah Gratis Masih Menunggu Pengesahan APBD

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V Zahri, menegaskan bahwa program seragam sekolah gratis bagi siswa masih menunggu pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Sekretaris Fraksi Golkar ini , meski anggaran seragam sekolah sudah dibahas bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, dalam hal ini Dinas Pendidikan, namun realisasinya belum dapat berjalan karena anggaran belum disahkan.

“Kalau sekarang belum jalan, karena anggarannya belum kita ketok. Memang ada keluhan masyarakat, katanya seragam gratis kok belum ada. Itu karena memang proses pengesahan APBD belum selesai,” jelas Sarkowi, Sabtu (20/9/2025).

Legislator Asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Kutai Kartanegara ini menjelaskan, mekanisme anggaran saat ini masih berada pada tahap pandangan umum fraksi, kemudian akan dilanjutkan dengan jawaban pemerintah, hingga akhirnya disahkan dalam APBD Perubahan 2025 atau masuk pada APBD Murni 2026.

Sarkowi menambahkan, jenis seragam dan jumlah yang akan disediakan pemerintah sebenarnya sudah diumumkan. Karena itu, ia mengingatkan agar pihak sekolah tidak menambah pengadaan seragam lain di luar yang sudah diprogramkan pemerintah.

“Jenis dan banyaknya sudah diumumkan. Jadi kalau ada sekolah yang mengadakan seragam di luar program, tentu itu bukan bagian dari anggaran pemerintah,” tegasnya.

Program seragam sekolah gratis menjadi salah satu kebijakan yang dinantikan masyarakat, mengingat banyaknya keluhan terkait biaya pendidikan. Namun, DPRD memastikan bahwa kebijakan ini akan berjalan setelah pengesahan anggaran dilakukan. (Adv/ DPRD Kaltim)

Penulis: Hanafi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.