TENGGARONG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan ketersediaan hewan kurban, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Plt Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan pengawasan dan mitigasi, terhadap kesehatan hewan ternak. Ini dilakukan agar mengantisipasi potensi penyebaran penyakit maupun virus pada ternak yang akan dikurbankan pada Iduladha 1447 Hijriah.
“Tim peternakan sekarang lagi keliling untuk melakukan pengamanan dan mitigasi kalau misalnya ada virus atau gangguan kesehatan ternak. Kalau ditemukan, langsung ditangani. Mudah-mudahan aman,” ujarnya.
Menurut Rifani, beberapa pekan menjelang Iduladha nanti, Distanak Kukar juga akan melakukan peninjauan langsung terhadap ternak-ternak yang disiapkan sebagai hewan kurban.
Kegiatan tersebut rencananya turut melibatkan bupati Kukar sebagai bagian dari upaya memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
“Nanti beberapa minggu sebelum Iduladha kami akan keliling meninjau ternak-ternak yang siap dikurbankan. Mungkin nanti melibatkan Pak Bupati juga,” katanya.
Ia menjelaskan, secara umum Kukar masih berada dalam kondisi swasembada daging. Namun distribusi ternak di daerah berjalan mengikuti mekanisme pasar, sehingga pasokan dari Kukar juga disalurkan ke sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim) seperti Balikpapan dan Bontang.
“Kalau secara ketersediaan sebenarnya kita swasembada daging. Hanya memang daging kita ini bukan hanya untuk Kukar, tapi juga keluar ke daerah lain. Jadi ada mekanisme keluar masuk pasar. Tapi secara umum aman,” jelasnya.
Rifani memastikan, ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha tahun ini dipastikan cukup. Meski demikian, pihaknya tetap menekankan pentingnya pengawasan kesehatan ternak agar hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan layak konsumsi.
Untuk itu, Distanak Kukar telah menyiapkan sejumlah dokter hewan yang akan disebar ke berbagai wilayah guna melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala.
Sementara terkait jumlah pasti stok hewan ternak yang tersedia tahun ini, Rifani mengaku pihaknya masih melakukan pendataan. Sebab, pasokan ternak dari luar daerah, termasuk dari Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunggu proses distribusi masuk ke Kukar.
“Kita pastikan ternak yang dijadikan hewan kurban itu harus bersih dan sehat. Makanya dokter hewan kita sebar untuk memastikan kesehatannya,” tegasnya.
Editor : Afi



