TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menguatkan layanan sosial bagi kelompok rentan melalui Program Etam Sejahtera. Inisiatif ini menjadi salah satu wujud komitmen pasangan Bupati dan Wakil Bupati, dr Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik, khususnya terkait pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, serta perlindungan sosial.
Program Etam Sejahtera dijalankan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kukar melalui dua fokus kegiatan utama, yakni Program Perlindungan dan Jaminan Sosial serta Program Rehabilitasi Jaminan Sosial.
Dalam Program Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos melakukan pemeliharaan terhadap anak-anak terlantar dan mengelola data fakir miskin. Selain itu, bantuan sosial diberikan berupa uang tunai bagi keluarga miskin, serta bantuan pemberdayaan berupa modal dan bahan baku bagi keluarga yang masih produktif.
“Bantuan tunai langsung difokuskan pada kelompok warga miskin tidak bisa produktif lagi. Yang masih produktivitas kita fokuskan bantuan-bantuan pemberdayaan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris Suherdiman, Selasa (18/11/2025).
Sementara itu, Program Rehabilitasi Jaminan Sosial menargetkan bantuan pangan bagi kelompok jompo, disabilitas, dan anak terlantar yang masuk kategori prasejahtera. Pada 2025, sebanyak 820 penerima sudah terlayani, dan untuk 2026–2029 direncanakan menjangkau 649 orang. Bantuan pangan diberikan senilai Rp 300 ribu per bulan berupa beras, ikan kaleng, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Target ini bisa berubah tergantung kondisi lapangan, jadi target itu selama 5 tahun dan di perjalanan bisa berubah,” tambah Yuliandris.
Selain itu, Dinsos juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp 200 ribu per bulan bagi 500 orang setiap tahun, khusus bagi warga yang tidak terakomodir bantuan pemerintah pusat.
“Yang tidak diakomodir pusat, maka masuk bantuan APBD, kalau tertinggal juga masuk ke BLT Desa,” pungkas Yuliandris. (Adv)



