Demmu Nilai Pemerintah Lalai Atas Jatuhnya Korban Ke-54 Lubang Tambang

SAMARINDA – 20 Juli lalu, remaja berumur 21 tahun menjadi korban di Danau Bukit Lontar, Jonggon, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dari data Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur (Kaltim), ini menjadi korban ke-54 yang tercatat sejak tahun 2011 silam. Sekaligus menjadi penanda bahwa bayang-bayang kengerian tambang masih jadi momok untuk masyarakat.

Baharuddin Demmu, Anggota Komisi I mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Sekaligus menjadi kejadian yang dibiarkan terus berulang.

“Lagi-lagi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun provinsi itu abai. Seharusnya tidak biarkan terulang hingga korban ke-54,” kata Demmu saat diwawancarai usai Rapat Paripurna, Senin (28/07/2025).

Ia berpendapat, permasalahan lubang tambang yang dibiarkan tanpa reklamasi menjadi bukti kuat adanya pengabaian. Terlebih tidak ada sanksi tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang meninggalkan konsesi lahan mereka begitu saja.

Sebagai tambahan, ia menegaskan, akibat adanya nyawa yang hilang kembali, Dinas pertambangan atau dalam hal ini Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) seakan tidak berfungsi.

“Seharusnya perusahaan-perusahaan tambang yang memang lubang-lubang mengancam masyarakat itu juga harus dideteksi diidentifikasi. Sehingga jangan lagi ada anak atau warga yang Meninggal di Lubang Tambang,” ujar Demmu, anggota dewan dari Fraksi PAN itu.

Secara rincian, dari informasi yang Media Kaltim himpun, korban lubang tambang batu bara berjumlah 52 dan 2 sisanya meninggal di lubang bekas tambang pasir. Sederet catatan buruk ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengamanan perihal reklamasi lubang tambang di Kaltim.(Adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.