BONTANG – Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang menjadi korban serangan buaya di kawasan rawa Kelurahan Loktuan masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Hingga kini, korban belum sadarkan diri dan berada dalam pengawasan ketat tim medis.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Bambang, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi korban sekaligus berkoordinasi dengan keluarga.
“Korban masih dirawat intensif. Kami juga membantu komunikasi dengan keluarga terkait kebutuhan administrasi,” ujarnya.
Di balik insiden tersebut, terungkap kondisi sosial keluarga korban yang cukup memprihatinkan. Anak tersebut diketahui telah lama tidak tinggal bersama orang tuanya. Sejak kecil ia diasuh neneknya, namun setelah sang nenek meninggal dunia, korban tinggal berpindah-pindah bersama kerabat.
Permasalahan administrasi kependudukan turut menjadi kendala, karena korban belum tercantum dalam Kartu Keluarga wali yang saat ini merawatnya. Akibatnya, akses terhadap layanan pendidikan dan jaminan kesehatan belum optimal.
“Identitas kependudukannya belum lengkap. Sekarang sedang diurus agar bisa masuk dalam Kartu Keluarga tantenya, sehingga nanti dapat didaftarkan BPJS Kesehatan,” jelas Bambang.
Proses pengurusan administrasi difasilitasi melalui koordinasi dengan RT dan pihak kelurahan setempat. Aparat juga berupaya mendorong adanya dukungan dari berbagai pihak guna membantu pembiayaan pengobatan dan kebutuhan keluarga selama masa perawatan.
“Kami koordinasikan agar ada perhatian dan bantuan. Kondisi keluarganya memang membutuhkan dukungan,” tambahnya.
Sementara itu, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan satwa liar di kawasan perairan, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitar rawa. (RK)



