Basuki Hadimuljono Nilai Kunjungan Wapres Gibran Perkuat Akselerasi Pembangunan IKN

NUSANTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 30–31 Desember 2025. Kunjungan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat dukungan politik pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan ibu kota baru.

“Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Allah atas kunjungan Bapak Wapres pada hari ini. Ini merupakan bentuk dukungan politik yang kuat. Harapan kami, tentu, jika Bapak Wapres segera berkantor di IKN, perkembangannya akan jauh lebih cepat dibandingkan sekarang,” ungkap Basuki di lokasi, Rabu (31/12/2025).

Menurut Basuki, kehadiran Wapres di sejumlah titik strategis pembangunan tidak hanya mempertegas komitmen pemerintah, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap peningkatan ritme penyelesaian proyek di lapangan. Aktivitas para kontraktor dan pekerja terpantau semakin dipacu agar target akhir dapat tercapai tepat waktu.

Selama kunjungan berlangsung, Basuki mendampingi Wapres sejak hari pertama hingga akhir agenda. Di setiap lokasi yang ditinjau, ia aktif memaparkan progres pembangunan serta rencana pengembangan kawasan IKN ke depan.

Sejumlah titik utama menjadi fokus peninjauan, di antaranya Kompleks Istana Wakil Presiden dan Masjid Negara. Kedua bangunan tersebut masuk dalam prioritas penyelesaian karena berkaitan dengan agenda terdekat pada 2026. Selain itu, Wapres juga meninjau Pasar Sepaku, Pasar KIPP, fasilitas pendidikan mulai dari SD hingga SMA di kawasan KIPP, serta Glamping IKN.

Masjid Negara ditargetkan dapat digunakan untuk pelaksanaan ibadah tarawih dan Idul Fitri 2026. Sementara itu, Istana Wakil Presiden diproyeksikan mulai ditempati seiring rencana Wapres Gibran berkantor di jantung IKN pada tahun depan. Hingga akhir 2025, progres pembangunan Istana Wapres telah mencapai 98,40 persen.

Otorita IKN menyatakan optimistis bahwa dengan dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan, pembangunan Nusantara akan terus berjalan sesuai arah sebagai simbol peradaban baru Indonesia yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global. Optimisme tersebut juga sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang menjadi payung kebijakan percepatan pembangunan IKN. (RK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.