Atlet BMX Nasional Asal Kukar Kritik Pembangunan Fasilitas Latihan yang Tak Sesuai Standar

TENGGARONG – Pelatih sekaligus atlet BMX Cross berprestasi asal Kutai Kartanegara (Kukar), Deri Wirayuwanda, menyampaikan apresiasi sekaligus kritik kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terkait pembangunan fasilitas olahraga ekstrem. Hal ini disampaikannya langsung saat bertemu dengan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, saat pertemuan komunitas.

Deri mengaku bersyukur atas langkah pemerintah yang mulai membuka ruang dialog dengan komunitas. Karena selama ini para atlet merasa kurang mendapatkan perhatian, terutama dalam hal dukungan operasional untuk mengikuti kejuaraan.

“Alhamdulillah, pemerintah sudah perhatikan kami, sebelum-sebelumnya kami tidak pernah diperhatikan, terutama untuk event-event. Selama ini saya sering ikut kejuaraan nasional di seluruh Indonesia, tapi pakai dana pribadi dan sponsor,” ungkap Deri.

Meski menyambut baik pembangunan arena baru, Deri memberikan catatan kritik mengenai teknis pengerjaan di lapangan yang dinilai tidak sesuai standar fungsional atlet. Ia menyayangkan adanya bagian bangunan yang seharusnya menunjang pergerakan atlet, namun justru dibangun menyerupai tembok sehingga tidak bisa digunakan.

“Masukannya, kalau dibikin lagi jangan sampai komunitas tidak dilibatkan. Contohnya di sana, seharusnya bikinnya begini malah kayak tembok, jadi tidak bisa dimainin kan. Ada juga yang disebut bowl, padahal itu quarter. Kalau bangunannya salah, itu buang-buang dana saja,” tegasnya.

Deri menambahkan bahwa ketidaksesuaian standar bangunan ini berdampak pada lesunya semangat komunitas lokal. Menurutnya, arena yang ada saat ini cukup sulit digunakan bahkan oleh atlet profesional sekalipun karena teknis hambatan yang tidak presisi.

Menjelang keberangkatannya untuk bertanding di luar daerah pada bulan April mendatang, Deri menaruh harapan besar agar komitmen pemerintah dalam membangun fasilitas berstandar internasional benar-benar terwujud.

Ia meyakini bahwa dengan fasilitas yang tepat, atlet-atlet asal Kukar mampu bersaing lebih kompetitif dengan atlet dari Pulau Jawa maupun Sumatera yang selama ini memiliki jam terbang tinggi.

“Semoga saja apa yang diomongkan tadi pembangunan standar internasional benar-benar dibikin. Jadi kita bisa bersaing sama atlet-atlet luar. Potensi komunitas kita banyak, cuma mereka lesu karena dibangunnya tidak standar,” tutup Deri.

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.