Sentil Kinerja Perusahaan, 22 Tahun Warga Ring 1 Tak Terserap di Jajaran Manajemen

TENGGARONG – Kepala Adat Dayak Lundaya Desa Bukit Pariaman, Yuliyus Hasan, menyayangkan minimnya perhatian perusahaan terhadap keterlibatan warga kawasan terdampak atau ring 1 dalam jajaran manajemen.

Menurutnya, sangat memprihatinkan bahwa selama lebih dari dua dekade perusahaan beroperasi, belum ada satu pun anak daerah yang dipercaya menduduki posisi strategis tersebut.

Hal itu disampaikannya saat menyoroti ketimpangan sektor ketenagakerjaan bagi warga Dusun Berambai, RT 10 Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang.

“Sudah 22 tahun tidak ada anak dari ring 1 itu menjadi (masuk) manajemen, ini kan memprihatinkan. Harusnya anak-anak di desa itu menjadi manajemen perusahaan di tempat kita dong, bukan malah bekerja di tempat orang lain,” ungkapnya.

Selain menyoroti pihak perusahaan, Yuliyus juga berpesan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Pariaman agar dalam mengelola wilayah tidak berjalan sendiri. Ia meminta pemdes untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, serta lembaga desa tanpa menganggap pihak lain sebagai musuh.

“Harapan saya ya sinergi, mari kita bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan lembaga yang ada, ayo kita bangkit bersama-sama membangun desa prestasi,” pungkasnya.

Penulis: Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.