TENGGARONG – Akses vital di Desa Beloro, Kecamatan Sebulu, akhirnya mendapat perhatian. Jembatan Loa Senyaung sepanjang kurang lebih 10 meter yang kini mengkhawatirkan, sudah mulai dilakukan perbaikan.
Bukan sekadar jembatan kayu, namun jembatan ini menjadi akses penting yang digunakan masyarakat. Mulai dari akses menuju ke sekolah, warga berobat ke puskesmas, hingga menunjang urusan administrasi ke kantor kecamatan.
“Ini akses yang sangat vital di Desa Bloro, makanya kami berharap Jembatan Loa Senyaung ini bisa diperbaiki karena kondisi sekarang sudah tidak layak dilewati,” jelas Kepala Desa Beloro, Muhammad Muhtar.
Hal ini ditegaskan pula oleh Eddy Fachruddin, camat Sebulu. Perbaikan jembatan yang ditargetkan selesai pada 14 Agustus ini sangat penting bagi masyarakat. Tentunya pembangunan yang didorong langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak ini, bisa segera dimanfaatkan oleh warganya.
“Kami atas nama pemerintah kecamatan dan jajaran forkopimcam mengucapkan ribuan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Kasad atas terbangunnya jembatan merah putih ini,” kata Eddy.
Kerusakan Jembatan Loa Senyaung memang sudah berlangsung sejak lama. Beban jembatan pun sudah terlalu berat, karena masyarakat menambal bagian badan jembatan yang rusak dengan tanah. Agar setidaknya bisa dilalui oleh masyarakat, meski kini kondisi jembatan sudah mengalami penurunan dari kondisi bangunan awal.
“Kerusakan sudah lama, swadaya masyarakat perbaikannya,” lanjutnya.
Nantinya jembatan yang kini seluruhnya berstruktur kayu, akan dibangun dengan jembatan besi dan pondasi beton. Memastikan jembatan bisa lebih kuat dan tahan lama untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Ya jembatan besi pondasi beton,” tutup Eddy.
Penulis/Editor : Afi



