TENGGARONG – Sejumlah pengurus Rukun Tetangga (RT) menyuarakan harapan, agar pemerintah daerah melakukan penyesuaian terhadap nilai insentif atau gaji bulanan mereka. Aspirasi ini muncul seiring dengan meningkatnya beban kerja administratif, serta adanya tanggung jawab besar dalam mengawal program pembangunan daerah.
Para pengurus mengungkapkan bahwa saat ini tugas mereka semakin padat, terutama dalam pengelolaan dan pengisian berbagai data warga.
Meski insentif telah mengalami kenaikan dari Rp500 ribu menjadi Rp650 ribu, angka tersebut dinilai masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup saat ini yang kian mahal.
“Harapannya gaji disesuaikan dengan keadaan sekarang karena kebutuhan apa-apa sudah naik. Kami juga banyak mengurus data warga yang jumlahnya tidak sedikit,” ungkap salah satu perwakilan pengurus.
Selain faktor inflasi, munculnya rencana implementasi program pembangunan senilai Rp150 juta per RT menjadi alasan utama usulan kenaikan gaji tersebut. Program ini dipastikan akan menambah beban kinerja pengurus RT secara signifikan. Mulai dari sisi pengawasan hingga pertanggungjawaban di lapangan.
Melihat besarnya tanggung jawab tersebut, para pengurus berharap pemerintah dapat menaikkan gaji hingga menyentuh angka Rp1 juta per bulan.
Penyesuaian ini dianggap sebagai bentuk apresiasi agar selaras dengan kinerja yang diberikan kepada masyarakat. “Apalagi nanti dengan adanya program Rp150 juta per RT, pastinya akan menambah beban kinerja. Harapan kami kepada pemerintah, gaji untuk pengurus RT dinaikkan dan disesuaikan dengan beban kerja yang ada agar lebih maksimal dalam melayani,” tutupnya.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi



