Distribusi Tidak Merata, Ketersediaan BBM di Kukar Fluktuatif di Sejumlah Kecamatan

TENGGARONG – Persoalan kelangkaan dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini bukan sekadar masalah distribusi, melainkan cerminan dari rapuhnya ketahanan energi nasional di tengah gejolak harga minyak mentah dunia. Kondisi ini mulai dirasakan secara nyata di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).

Saat ini, beberapa daerah di Kukar mulai mengalami kelangkaan BBM yang cukup signifikan. Sementara beberapa wilayah lainnya terpantau masih dalam kondisi normal.

Di Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, warga mulai mengeluhkan kelangkaan stok BBM, meskipun harga jual di wilayah tersebut terpantau masih stabil. Kondisi berbeda ditemukan di daerah SP 1, yakni harga bensin melonjak hingga Rp15 ribu per liter. Kenaikan drastis ini dipicu oleh minimnya pasokan yang masuk ke wilayah tersebut.

Sebaliknya, situasi di Tenggarong Seberang, khususnya dibeberapa wilayah terpantau relatif kondusif. Baik ketersediaan stok maupun harga BBM di daerah tersebut dilaporkan masih normal dan stabil.

Dampak paling serius dari kelangkaan ini dirasakan oleh sektor pertanian. Masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar, terutama solar subsidi yang menjadi tumpuan utama petani sawah.

​Kelangkaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, bertepatan dengan musim bajak sawah. Para petani mengaku kesulitan mengoperasikan mesin traktor mereka, sehingga proses pengolahan lahan menjadi terhambat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan masa tanam jika pasokan solar tidak segera pulih.

​Di tengah ketidakpastian pasokan, beberapa titik penjualan eceran masih mampu bertahan. Salah satu penjual BBM eceran mengungkapkan bahwa di wilayahnya stok masih tergolong aman, dengan harga normal di angka Rp13 ribu per liter.

​”Alhamdulillah masih aman, untuk sehari pembeli itu bisa sampai 10-20 orang tiap harinya,” ungkap salah warga penjual bbm ecer di Tenggarong Seberang.

Ia berharap kondisi ini segera pulih agar tidak terjadi kelangkaan merata yang dapat mengganggu mata pencahariannya. “Ya harapan saya semoga tidak terjadi kelangkaan dan cepat pulih kembali. Dan saya berharap jualan saya laris manis buat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya

​Masyarakat kini berharap adanya langkah nyata dari pihak terkait untuk menormalisasi distribusi BBM, khususnya solar subsidi. Terutama demi menjaga produktivitas petani di Kukar sebagai lumbung pangan utama Kaltim.

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.