Wabup Kukar Buka Peluang Brand Nasional Masuk Pasar Tangga Arung Square

TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menunjukkan komitmen untuk memastikan Pasar Tangga Arung Square tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan biasa, melainkan pusat ekonomi modern yang terus eksis.

Strategi baru pun disiapkan, mulai dari mengundang brand nasional hingga menawarkan skema kontrak jangka panjang bagi investor. Rendi mengakui bahwa di tengah euforia beroperasinya pasar tersebut, ada tanggung jawab besar untuk menjaga agar keramaian pasar tetap konsisten

Ia menekankan pentingnya inovasi dalam memanfaatkan setiap sudut ruang yang tersedia. “Kami ingin pasar ini ramai sehingga banyak ide-ide yang muncul, termasuk memaksimalkan space kosong yang ada. Ini kita buka untuk publik sehingga bisa menimbulkan PAD bagi Pasar Tangga Arung,” ungkap Rendi Solihin.

Beberapa instansi dan perusahaan besar dikabarkan telah bersiap mengisi ruang-ruang strategis di Tangga Arung Square. seperti BPDK Pintara, perusahaan logistik J&T, hingga sektor perbankan dan pelaku marketplace disebut akan menjadi penyewa awal.

Tak hanya itu, Rendi juga membuka pintu lebar bagi sektor swasta yang ingin membuka kafe dengan standar nasional. “Kami juga terbuka untuk swasta yang mau buka kafe, kafe yang standar nasional. Bahkan area pinggir juga diperbolehkan untuk kegiatan bazar,” tambahnya.

Salah satu poin penting bagi pemerintah kabupaten, yakni terkait penyusunan harga sewa dan durasi kontrak. Ia menjelaskan bahwa kepastian durasi kontrak sangat memengaruhi kualitas investasi. Opsi kontrak yang ditawarkan mulai dari 5 hingga 20 tahun.

“Artinya ketika orang mau berinvestasi di sini, mereka butuh kepastian modal. Kalau kontraknya hanya 5 tahun, investor pasti membangun dengan kualitas yang murah. Tapi jika dikasih waktu 10 atau 20 tahun, mereka pasti berani investasi lebih mahal karena kualitasnya lebih bagus dan ide bisnisnya bisa jalan,” jelas Wabup Rendi Solihin.

Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan bagi investor, sekaligus memastikan bahwa fasilitas yang dibangun di lingkungan pasar memiliki standar kualitas yang tinggi.

Dengan konsep integrasi antara pasar tradisional, marketplace modern, perbankan, dan tempat hiburan (kafe), Rendi optimis bahwa PAD Kukar akan meningkat seiring waktu.

Saat ini, Pemkab Kukar sedang merampungkan rincian kontrak dan regulasi harga sewa, agar para calon investor dapat segera mengeksekusi rencana bisnis mereka di Pasar Tangga Arung Square.

“Inilah peluang-peluang yang kita coba buka sehingga bisa menambah pundi-pundi PAD untuk Kutai Kartanegara,” tutup Rendi Solihin.

Penulis: Shavira Ramadhanita

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.