TENGGARONG – Sebuah insiden memprihatinkan terjadi di lingkungan pendidikan Kecamatan Sebulu. Seorang oknum guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sebulu, diduga melakukan pelecehan verbal melalui pesan singkat kepada siswinya sendiri.
Camat Sebulu, Edy Fahruddin, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurut keterangannya, pelaku merupakan seorang guru olahraga yang mengajar di sekolah tersebut. Aksi pelaku menimbulkan kekesalan orang tua korban terhadap perilaku oknum pendidik tersebut, yang dinilai melanggar norma susila.
“Informasinya dia mengirim chat ke anak itu dengan gambar yang tidak pantas lah seperti itu. Oleh orang tuanya langsung dijemput ke sekolah, ya dihajar,” ungkap Edy Fahruddin.
Diketahui, korban saat ini duduk di bangku kelas 6 SD. Berdasarkan penelusuran informasi, kejadian ini ternyata bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pihak sekolah, pengawas, hingga PGRI Kecamatan sudah sempat memediasi antara pelaku dengan orang tua korban untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan melalui surat perjanjian.
Namun, mediasi tersebut nampaknya tidak membuat pelaku jera. Pelaku diduga kembali melanggar janji dengan mengirimkan video dan pesan yang tidak pantas kepada korban, untuk kedua kalinya. Hal inilah yang kemudian memuncak menjadi kemarahan hebat pihak keluarga korban.
Terkait isu yang beredar mengenai adanya dugaan korban sampai hamil, Camat Edy memberikan klarifikasi bahwa sejauh informasi yang ia terima dari lapangan, hal tersebut belum dapat dibuktikan.
“Mungkin tidak sampai hamil, mungkin hanya pelecehan verbal melalui pengiriman gambar atau video tidak bagus. Kalau hubungan yang lebih dalam, saya belum tahu informasi dari Kapolsek terkait itu,” tambahnya.
Saat aksi penjemputan paksa oleh warga berlangsung, kepala sekolah dilaporkan sedang tidak berada di tempat karena agenda rapat. Camat Sebulu sangat menyayangkan kejadian ini, mengingat pelaku adalah seorang tenaga pendidik yang seharusnya menjadi pelindung bagi murid-muridnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan dan diharapkan menjadi kejadian terakhir, yang mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Kukar. Kasus tersebut kini tengah dipantau oleh pihak kepolisian setempat.
Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi



