TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh perhatian serius, terhadap maraknya kasus perundungan di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi dinilai menjadi salah satu pemicu, meningkatnya dinamika perundungan. Meski jumlah kasus yang dilaporkan masih tergolong sedikit.
Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, mengungkapkan bahwa saat ini kasus perundungan yang tidak terlapor, jauh lebih banyak dibandingkan yang masuk ke meja pengaduan. Menanggapi hal tersebut, pihaknya berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar memiliki kemampuan proteksi diri.
”Satu sisi kami ingin mengedukasi masyarakat untuk memiliki kemampuan memproteksi dan memfilter informasi yang ada. Jika terjadi bullying bagaimana mereka menguatkan mental karena kita tidak pernah terhindar dari aktivitas di dalam maupun diluar,” ujar Hero.
Hero menekankan pentingnya merespon perundungan secara positif. Menurutnya, ketahanan mental menjadi kunci utama, agar korban tidak jatuh ke dalam lingkaran negatif. Termasuk keinginan untuk membalas perlakuan tersebut dengan tindakan serupa.
”Pentingnya merespon secara positif, jangan negatif dulu. Kita mengedukasi masyarakat untuk tidak terlibat dalam perilaku bullying, termasuk bagaimana cara meresponnya agar tidak berlebihan,” tambahnya.
DP3A Kukar melalui pusat konseling, memberikan layanan pembelajaran keluarga serta peran orang tua dianggap sangat penting dalam mendampingi anak-anak mereka. Ini dilakukan agar memahami bahwa perundungan adalah bagian dari dinamika publik yang harus dihadapi dengan bijak, bukan dengan balasan yang sama.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perilaku mengolok-olok sangat bertentangan dengan ajaran agama dan norma sosial. Sebagai bangsa yang beradab, komunikasi yang baik adalah cerminan dari kepedulian yang tinggi antar sesama.
“Dalam agama pun tidak memperbolehkan kita mengolok-olok orang sampaikanlah dengan bahasa yang baik. Ini bagian dari tugas kita bersama untuk mengedukasi bahwa sebagai bangsa yang beradab, kita harus berkomunikasi dengan baik,” tutup Hero.
Penulis : Shavira Ramadhanita



