SLBN Tenggarong Dapat Dukungan Bus Hingga Digitalisasi

TENGGARONG – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tenggarong akhirnya secara resmi menerima bantuan satu unit bus sekolah ramah disabilitas, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

Fasilitas transportasi baru ini menjadi bantuan kendaraan operasional pertama yang bersumber dari kabupaten, yang secara khusus diproyeksikan untuk mempermudah mobilitas siswa. Pun menekan tingginya pengeluaran operasional pihak sekolah, dalam menyewa armada luar.

Kepala Sekolah SLBN Tenggarong, Erni Sulistyaningsih, menyampaikan apresiasi yang mendalam serta rasa syukur atas realisasi nyata dari komitmen bupati Kukar, terhadap hak-hak penyandang disabilitas di sektor pendidikan. Bantuan ini dinilai menjadi solusi atas hambatan transportasi yang selama ini membebani anggaran sekolah.

Kepala Sekolah SLBN Tenggarong, Erni Sulistyaningsih, mengatakan bahwa dengan adanya armada ini guna mempermudah perjalanan agar lancar. Serta mengecilkan biaya karena biasanya menyewa-nyewa mobil.

“Harapan kami setelah menerima dari Bapak Bupati bantuan bus disabilitas untuk anak-anak, terutama untuk transportasi anak-anak dalam kegiatan eks sekolahan, keluar dari sekolahan, rupanya dari untuk lomba-lomba, undangan-undangan. Sekarang sudah ada kendaraan sendiri, alhamdulillah, jadi melancarkan kegiatan kami dan anak-anak,” ungkap Erni Sulistyaningsih.

Lebih lanjut, Erni mengungkapkan bahwa armada baru tersebut sekaligus menjadi pengobat penantian panjang bagi pihak sekolah. Sekitar 15 tahun lalu, SLBN Tenggarong sebenarnya pernah mendapatkan alokasi bus sekolah dari pemerintah provinsi.

“Namun sarana transportasi tersebut telah lama mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat dipergunakan kembali untuk pelayanan operasional siswa,” tambahnya.

Menyikapi urgensi kebutuhan armada, pihak manajemen sekolah memanfaatkan momentum peringatan hari jadi sekolah pada tahun lalu untuk menyampaikan permohonan tersebut secara langsung kepada kepala daerah. Masa tunggu realisasi bantuan ini memakan waktu kurang lebih sembilan bulan, hingga akhirnya bus baru tersebut resmi diserahkan.

“Kami kemudian menyampaikan ke Bapak Bupati untuk bantu buat bus sekolah karena memang bus kami yang lama sudah tidak bisa dipakai lagi. Alhamdulliah karena ada Bapak yang memperhatikan kami, anak-anak disabilitas,” ujarnya.

Keberadaan SLBN Tenggarong memegang peranan dalam memfasilitasi pendidikan di wilayah regional. Saat ini, instansi tersebut mengasuh sebanyak 225 siswa aktif dan merupakan satu-satunya lembaga Sekolah Luar Biasa yang dilengkapi dengan sarana asrama di Kukar.

“Karena kelengkapan sarana ini, sekolah juga turut menampung sejumlah siswa berkebutuhan khusus titipan dari wilayah tetangga, termasuk Kabupaten Kutai Barat (Kubar),” tambahnya.

Terkait pembiayaan dan tata kelola sarana tersebut, Erni mengonfirmasi terjalinnya sinergitas anggaran yang berkesinambungan antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Pembangunan fisik gedung asrama bersumber dari alokasi provinsi, sedangkan pemenuhan logistik harian anak-anak asrama diakomodasi penuh oleh kabupaten.

“Ada titipan di asrama kemarin dari kubar karena memang tidak ada asrama. Karena satu-satunya SLBN yang berasrama di Kukar di Tenggarong. Kemarin titipan dari Kutai Barat, di sini ada beberapa siswa juga,” ungkap Erni.

Di tengah kompleksitas tantangan dalam mendidik anak-anak disabilitas, jajaran pendidik SLBN Tenggarong berkomitmen untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar dengan mengacu pada instrumen asesmen disabilitas yang komprehensif.

“Upaya modernisasi pembelajaran pun kini berjalan optimal seiring mengalirnya dukungan sarana digital dari pemerintah kabupaten,” tambahnya.

Lebih dari sekadar jaminan rasa aman bagi siswa selama menempuh masa pendidikan di sekolah, SLBN Tenggarong merancang sasaran jangka panjang agar seluruh lulusannya memiliki bekal kemandirian ekonomi dan sosial. Strategi tersebut diwujudkan secara konkret melalui penyediaan 11 program kejuruan terapan serta kemitraan magang kerja dengan berbagai sektor usaha korporasi.

“Untuk harapan kedepannya SLBN ini bisa, anak-anak bisa memiliki modal untuk terjun ke dalam masyarakat. Makanya SLBN kita ini, SLBN Tenggarong melatih anak-anak dalam 11 macam keterampilan. Jadi, skill nya 11 macam, nanti ada magang di berbagai macam perusahaan, kemudian nanti ada pelatihan-pelatihan untuk anak-anak juga,” tutupnya.

Penulis : Shavira Ramadhanita
Editor : Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.