Serap Tenaga Kerja, Distransnaker Kukar Siapkan Pelatihan Pasca Job Fair 2026

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak cepat dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal. Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, siap memberikan pelatihan kepada para pencari kerja.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang kompeten, berdaya saing, dan siap diserap langsung oleh dunia kerja maupun program-program strategis nasional.

Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengungkapkan bahwa program pelatihan kompetensi yang disediakan saat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan. Prioritas utama diberikan pada sektor-sektor yang menjadi penopang utama industri di daerah.

“Kalau pelatihan kompetensi yang disediakan, tadi mayoritas operator alat berat, mekanik alat berat, kemudian welder, itu sektor-sektor yang support terhadap pertambangan,” ungkapnya.

Tidak hanya fokus pada industri ekstraktif seperti pertambangan, Distransnaker Kukar juga mulai melebarkan jangkauan pelatihannya ke sektor ekonomi kreatif dan pelayanan publik. Hal ini dilakukan guna menyelaraskan kompetensi tenaga kerja daerah dengan arah kebijakan nasional.

“Kemudian kita juga menyiapkan sektor lain seperti konten kreator, tadi desain grafis, kemudian penjamah makanan, kita supporting terhadap program strategis nasional,” tambahnya.

Dendy menyoroti urgensi dari pelatihan penjamah makanan (food handler). Pelatihan ini diproyeksikan sebagai langkah hilirisasi tenaga kerja lokal, agar dapat berkontribusi langsung pada implementasi program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di wilayah Kukar.

“Jadi penjamah makanan ini adalah tenaga kerja lokal atau masyarakat Kutai Kartanegara yang nantinya hilirisasi penempatannya support terhadap SPPG, MBG yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Dendy menegaskan kembali target sasaran utama dari seluruh rangkaian pelatihan kompetensi yang difasilitasi oleh pemerintah daerah ini. Program ini dirancang murni sebagai solusi pengentasan pengangguran bagi masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan kerja.

“Jadi bukan yang sudah bekerja, tapi yang belum bekerja,” pungkasnya.

Penulis: Shavira Ramadhanita
Editor: Afi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.